Kamis, 18 Februari 2021 / 6 Rajab 1442 H

Nasional

Jelang Musim Hujan, Rohingya Butuh Tempat Tinggal

Bagikan:

Hidayatullah.com–Organisasi kemanusian Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak umat Islam Indonesia membantu pembangunan tempat penampungan bagi etnis Rohingya yang menjadi korban kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar.

“Bulan Juni nanti musim hujan, mereka sangat butuh tempat tinggal yang manusiawi,” kata Dodi Hidayat, Direktur Global Humanity Response ACT dalam jumpa pers di kantornya, di Jakarta, (27/05/2013).

Menurut Dodi, saat ini ada sekitar 150 ribu orang pengungsi yang sangat membutuhkan bantuan di sana. Dan, kebanyakan dari mereka adalah Muslim dari etnis Rohingya.

Sejak Juli 2012, ACT telah tujuh kali menurunkan tim untuk memberikan bantuan kepada Muslim Rohingya baik yang mengungsi di Bangladesh atau pun di Myanmar. ACT telah memberikan bantuan pangan dan obat-obatan, serta telah membangun 300 penampungan (shelter) dari target 1000 shelter.

Pada acara itu ACT mengahadirkan, Mr. Ko ko Liwn, seorang aktivis kemanisaan asal Myanmar yang aktif mengupayakan perdamaian antara Muslim dan Buddis pasca konflik di sana. Kata Liwn, dibutukan dana sebesar 4000 USD untuk membangun 1 shelter dengan kualitas bagus. Satu shelter bisa menampung 10 keluarga.

Liwn mengingatkan, memberikan bantuan ke Myanmar harus ke dua pihak, Muslim dan Buddis. Karena jika hanya satu pihak yang dibantu, maka akan menambah masalah baru.

“Jadi memberi bantuan kepada Buddis sama dengan membantu Muslim di sana untuk mendapat keamanan,” kata Liwn yang aktif di lembaga Myanmar Resource Foundation ini.

Kata Liwn, sebelum konflik wilayah Rakhine adalah wilayah termiskin kedua di Myanmar.

Setelah konflik, Rakhine menjadi daerah termiskin. Katanya, umat Buddha di sana juga miskin dan banyak yang tidak mampu sekolah.

Jadi, kebodohan itu juga memperparah salah persepsi mereka terhadap Islam dan orang Rohingya. “Jadi kalau hanya membantu Muslim, akan membuat mereka cemburu,” jelasnya.*

Rep: Surya Fachrizal Ginting
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Dunia Maya Dinilai Lebih Berbahaya daripada Narkoba

Dunia Maya Dinilai Lebih Berbahaya daripada Narkoba

GIN Ajak Kaum Perempuan Terus Suarakan Pembelaan Palestina

GIN Ajak Kaum Perempuan Terus Suarakan Pembelaan Palestina

Menko Polhukam Persilakan Masyarakat Beri Masukan RUU Cilaka

Menko Polhukam Persilakan Masyarakat Beri Masukan RUU Cilaka

Front Anti Komunis Desak DPR Cabut RUU HIP dan Bubarkan Panjanya

Front Anti Komunis Desak DPR Cabut RUU HIP dan Bubarkan Panjanya

Habib Rizieq: Soal Lady Gaga Kok Dibawa ke Sidang Kabinet

Habib Rizieq: Soal Lady Gaga Kok Dibawa ke Sidang Kabinet

Baca Juga

Berita Lainnya