Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Anggota DPR Berharap Implementasi Kurikulum Baru Juli 2014

Bagikan:

Hidayatullah.com–Anggota Komisi X DPR RI, Herlini Amran, menyatakan secara tegas bahwa Kurikulum Baru hanya layak diimplementasikan mulai Juli 2014. Menurutnya, bukti ketidaksiapan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdibud) mengimplementasikan Kurikulum Baru sudah tampak mulai dari aspek penganggaran, penentuan sekolah sasaran,  pengadaan buku serta pelatihan gurunya. Herlini menilai kelahiran Kurikulum Baru akan “prematur” bila tetap dilakasanakan tahun sekarang.

Menurut anggota Legislatif Dapil Kepri ini, pemaksaan implementasi Kurikulum Baru akan semakin memperlebar jurang perbedaan antara sekolah bekas RSBI dengan sekolah-sekolah biasa lainnya di tanah air.

“Sekarang semakin terang benderang, Kemdikbudd hanya mampu mengimplementasi Kurikulum Baru di sekolah-sekolah bekas RSBI. Ambisi Pak Mendikbud ini nyatanya melanggengkan eksklusivisme sekolah-sekolah tersebut setidaknya selama satu tahun kedepan. Sementara kualitas sekolah-sekolah di pesisir, perbatasan, atau pedalaman semakin terpinggirkan,” sesal Herlini dalam rilis yang dikirim ke hidayatullah.com, Senin(27/05/2013).

Herlini juga meminta pihak Kemdikbud mau legowo mengimplementasikan Kurikulum Baru mulai Juli 2014. Satu tahun kedepan, Kemdibud sebaiknya mengoptimalkan penggunaan anggaran sekira Rp 829 miliar untuk peningkatan kapasitas para guru, seperti untuk pelatihan dan atau beasiswa bagi para guru. Hal ini harus dipersiapkan secara maksimal karena para guru itulah yang akan menjadi ujung tombak implementasi Kurikulum Baru.

Disamping itu, Kemdibud juga perlu menyelesaikan konten Kurikulum Baru beserta dokumennya secara lengkap, utuh dan sistematis. Konten buku pelajaran perlu dikaji oleh BSNP dan Puskurbuk sebelum masuk proses pencetakan. Dan yang terpenting, Kemdikbud harus bekerja lebih serius lagi merealisasikan Standar Pelayanan Minimum (SPM) di setiap satuan pendidikan secara merata di seluruh Indonesia demi terpenuhinya 8 Standar Nasional Pendidikan.

“Andaikan lebih sabar dan lebih matang mempersiapkan Kurikulum Baru selama satu tahun kedepan, saya yakin masyarakat pendidikan Indonesia akan memberikan dukungan penuh kepada Pak Mendikbud dan jajaran”, ujar Herlini.

Ia juga meminta istana tidak melupakan kegaduhan selama ini.

“Bayangkan ada pengajuan anggaran yang labil seperti itu. Mulai diajukan Rp 611 miliar, kemudian berubah menjadi Rp. 1,45 triliun, tiba-tiba menggelembung sebesar Rp 2,49 triliun, lantas turun drastis menjadi Rp 604 miliar, dan terakhir dikoreksi menjadi Rp. 829 miliar. Hemat saya mengkonstruksi Kurikulum Pendidikan Nasional tidak selayaknya dilakukan seperti cara-cara sekarang,  melainkan perlu waktu yang cukup dan persiapan matang.”

Menurutnya, dipangkasnya target sekolah sasaran implementasi Kurikulum Baru dari 100 ribuan sekolah menjadi 6 ribuan sekolah saja, adalah fakta ketidaksiapan Kemdikbud yang seharusnya direspon secara bijak”, tegas Herlini.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

KH Ma’ruf: Tak Boleh Ada Pemaksaan Pemakaian Atribut Natal

KH Ma’ruf: Tak Boleh Ada Pemaksaan Pemakaian Atribut Natal

Pemerintah Umumkan 993 Kasus Baru Covid-19 dari Total  30.514 Orang

Pemerintah Umumkan 993 Kasus Baru Covid-19 dari Total 30.514 Orang

Wabup Bandung: Pesantren Berkontribusi dalam Membangun SDM

Wabup Bandung: Pesantren Berkontribusi dalam Membangun SDM

Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan 10 WNI

Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan 10 WNI

Muhammadiyah: Jauhi Politik Uang!

Muhammadiyah: Jauhi Politik Uang!

Baca Juga

Berita Lainnya