Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Rektor UII: Islam Agama Dialog dan Cinta Damai

Bagikan:

Hidayatullah.com–Aksi kekerasan yang dilakukan Michael Adebolajo, seorang muallaf, terhadap seorang tentara Inggris 25 tahun, Drummer Lee Rigby, di Woolwich, London, Rabu (22/05) lalu, tak pelak semakin memantik meluasnya stigma buruk terhadap Islam. 

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec, mengatakan, meluasnya stigma buruk terhadap Islam salah satunya juga diakibatkan tidak adanya kesadaran dan keterbukaan dialog antarsesama.

“Islam adalah agama dialog dan cinta damai. Adapun oknum yang melakukan tindak anarkisme atas nama agama tidak dapat digeneralisasi. Inilah pentingnya membangun dialog agar persepsi itu tak terus hadir,” kata Profesor Edy dalam perbincangan dengan Hidayatullah.com, Ahad (26/05/2013).  

Memang cukup mengkhawatirkan, kata Edy. Sebab, setiap muncul isu bom dan aksi kekerasan yang kerap melanda belahan dunia, selama ini tudingan tak jarang langsung diarahkan kepada Islam. Melalui propaganda media, klaim itu kemudian meninggalkan stigma buruk terhadap Islam sebagai agama kekerasan.

“Ini menggambarkan bahwa ada komunikasi yang tersumbat. Agar pandangan atau stigma buruk tidak terus meluas, maka semua pihak harus membuka diri untuk dialog,” terang Edy.

Merespon akan pentingnya hal tersebut, pihaknya pun akan melakukan kegiatan seminar internasional dialog antar-agama dan perdamaian yang kebetulan digelar atas kerjasama 2 universitas yang berkedudukan di dua negara yang berbeda pula, yaitu Saudi Arabia dan Indonesia.

Dikatakan Edy, kegiatan dialog internasional tersebut merupakan joint seminar untuk membahas isu-isu kemanusiaan, budaya dan peradaban. Rangkaian kerjasama itu dilakukan atas kerjasama antara Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Islam Madinah (UIM) di Arab Saudi.

“Tema-tema kerjasama seminar internasional ini kami pandang sangat tepat untuk diangkat menyusul isu-isu yang berkembang belakangan ini,” jelasnya.

Dialog internasional yang akan mengupas masalah dialog antaragama, kebudayaan, dan kemanusiaan ini baru merupakan pembukaan saja. Ke depan, kata Edy, dimungkinkan akan dilakukan dialog-dialog kemanusiaan yang membahas tema-tema secara khusus.

Selain itu, jelas Edy, seminar bertajuk “Dialog Antar Agama dan Kebudayaan untuk Kemanusiaan dan Perdamaian Dunia” ini juga ingin menunjukkan bahwa Arab Saudi sangat terbuka dengan dialog dan memiliki kepedulian sangat besar terhadap isu-isu kemanusiaan dan perdamaian.

“Memang, tema yang akan dibahas pada seminar nanti masih sangat general, yaitu tentang kemanusiaan, budaya, dan perdamaian. Ke depan kita bisa lebih intensifkan lagi tentang masalah yang lebih spesifik, seperti soal leadership, gender, masalah kemiskinan, dan lain sebagainya,” ujar Edy.

Menurut Edy, dialog agama untuk kemanusiaan menjadi penting dilakukan agar perbedaan-perbedaan pandangan yang muncul dalam tataran sosial dan budaya tidak dijadikan bahan untuk saling menyerang satu sama lain.

“Kita semua berbeda, agama kita berbeda-beda. Tetapi berbeda bukan berarti harus saling bermusuhan. Sebaliknya, kita harus ada saling memahami.”

Arab Saudi yang juga sebagai inisiator dialog internasional ini, lanjut Edy, menunjukkan sikap keterbukaan dengan dialog kemanusiaan. Terbukti, misalnya, Arab Saudi membuka program pertukaran pelajar, membuka program bahasa asing selain Arab, dan peduli terhadap isu-isu kemanusiaan.

“Dengan menggelar dialog seperti ini, menunjukkan bahwa Arab Saudi sangat membuka diri terhadap persoalan kemanusiaan dan mendorong terwujudnya stabilitas sosial yang lebih baik,” tandasnya.

Seperti diwarta media ini sebelumnya, Universitas Islam Madinah (UIM) Saudi Arabia bekerjasama dengan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta akan menggelar seminar ilmiah internasional di Jakarta yang dinisiatori “Khadimul Haramain” atau Pelayan Dua Tanah Suci, Raja Abdullah bin Abdul Aziz.

Seminar ilmiah internasional yang akan digelar di Jakarta pada 4 Juni ini rencananya akan digelar sehari di Hotel Ritz Carlton, dan akan dihadiri ratusan undangan dari dalam dan luar negeri.*

Rep: Ainuddin Chalik
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

AM Fatwa: Dulu Ali Murtopo Aktor di Balik  NII

AM Fatwa: Dulu Ali Murtopo Aktor di Balik NII

Pemerintah Indonesia Tawari China Investasi di 3 Kawasan Industri

Pemerintah Indonesia Tawari China Investasi di 3 Kawasan Industri

Political Will Pemerintah Diperlukan Batasi Kerjasama Dengan Iran

Political Will Pemerintah Diperlukan Batasi Kerjasama Dengan Iran

Komaruddin: Pendidikan Bisa Melipatgandakan Harga Seseorang

Komaruddin: Pendidikan Bisa Melipatgandakan Harga Seseorang

Menantu Habib Rizieq: Hilangnya Ulama Harusnya Jadikan Umat Bersatu

Menantu Habib Rizieq: Hilangnya Ulama Harusnya Jadikan Umat Bersatu

Baca Juga

Berita Lainnya