Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Muhammadiyah Dorong Indonesia segera Akui Kemerdekaan Kosovo

Bagikan:

Hidayatullah.com–Muhammadiyah mendorong pemerintah Indonesia untuk segera menyatakan pengakuan kemerdekaan terhadap Kosovo. Prakarsa  tersebut mengemuka dalam seminar bertajuk “Mengapa tidak mengakui Kosovo?”, di gedung PP Muhammadiyah Jakarta, Kamis (16/05/2013).

“Sudah 98 negara mengakuinya, termasuk AS. Jadi kenapa indonesia tidak?” demikian kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. Din Syamsuddin kepada hidayatullah.com di Jakarta.  Din Syamsuddin menyatakan sikap Indonesia yang tak kunjung memberikan pengakuan kemerdekaan terhadap Kosovo patut disesalkan. Sebab, secara hukum dan yuridis formal, kemerdekaan Kosovo telah diputuskan oleh Mahkamah Internasional pada Juli 2008 dan
hingga kini telah diakui oleh 98 negara-negara anggota PBB termasuk negara adidaya Amerika Serikat dan 22 negara Uni Eropa.

Alasan lain yang dikemukan Din, dukungan terhadap Kosovo dari Indonesia dalam bentuk pengakuan terhadap kemerdekaan tersebut, sejalan dengan peran dan posisi yang kerap diambil Indonesia di kancah internasional yaitu sebagai pelopor dan mediasi perdamaian, seperti mediasi Indonesia di Myanmar.

Oleh karena itu, menurut Din, tidak ada alasan bagi Indonesia  untuk tidak  mengakui kemerdekaan Kosovo.

“Tidak ada alasan, Indonesia harus mengakui kemerdekaan Kosovo,” tambahnya.

Dukungan terhadap pengakuan kemerdekaan Kosovo oleh Indonesia juga dilontarkan parlemen. Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq menyatakan ketidakjelasan sikap politik Indonesia terkait Kosovo dengan alas an kehati-hatian dan kekahawatiran akan munculnya keinginan dari sejumlah daerah di Indonesia untuk memerdekakan diri, tidaklah relevan.

“Jangan sampai Papua menjadi sandra bagi pemerintah Indonesia seumur hidup,” kata Mahfudz.

Mahfudz juga mengingatkan kelambanan Indonesia dalam mengambil keputusan politiknya terkait Kosovo tersebut dapat berdampak negative di banyak sektor. “Politic average Indonesia bisa turun, termasuk kepentingan ekonomi. China dan Korea Selatan saja sudah berinvestasi di Libya dan Sudan Selatan, yang notebene Negara baru sekalipun,” lanjut Mahfudz.

Sementara itu politisi PKS, Hidayat Nur Wahid menambahkan belum jelasnya sikap Indonesia terkait Kosovo tidaklah rasional. Sebab Indonesia bahkan sudah mengakui kemerdekaan Sudan Selatan dan Libya baru.

“Kalo Sudan Selatan dan Libya bisa. Apa bedanya dengan Kosovo?,” kata hidayat.

Selain Muhammadiyah dan DPR RI, organisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga merekomendasikan hal serupa. Menurut KH. Muhyiddin Junaidi, MA, Kosovo telah menjadi bagian dari komunitas Islam internasional.*/Tony

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Tokoh Lintas Agama Tawarkan Bertemu Presiden

Tokoh Lintas Agama Tawarkan Bertemu Presiden

Delegasi Ulama Nusantara Kunjungi Arifin Ilham Dukung Upaya Hadapi Syiah

Delegasi Ulama Nusantara Kunjungi Arifin Ilham Dukung Upaya Hadapi Syiah

Pembangunan RS Siloam Ditolak 7 Calon Walikota Padang

Pembangunan RS Siloam Ditolak 7 Calon Walikota Padang

PII Desak Susun RUU Pornografi

PII Desak Susun RUU Pornografi

Jumlah Halaman Naskah UU Ciptaker Kembali Berubah, Kini Hanya 812 Halaman

Jumlah Halaman Naskah UU Ciptaker Kembali Berubah, Kini Hanya 812 Halaman

Baca Juga

Berita Lainnya