Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Redam Isu Pemekaran, PII Usulkan Ibu Kota Aceh Pindah ke Takengon

Bagikan:

Hidayatullah.com–Wacana ibu kota provinsi pindah ke Takengon sudah muncul semenjak 2005 karena Banda Aceh telah luluh lantak akibat gempa bumi dan tsunami. Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh menilai perlu untuk mewacanakan kembali masalah ini. Menurut PII, wacana ini dimunculkan guna meredam isu  pemekaran daerah yang berpotensi menimbulkan konflik.

“PII Aceh melihat isu pemekaran muncul karena ada kesenjangan pembangunan antar daerah di Aceh,” demikian ujar PII dalam rilis yang dikirim ke redaksi hidayatullah.com, Ahad (28/04/2013).

Dalam rilis yang ditandatangani pengurus wilayah PII Aceh, Ahmad Yanis (Ketua III) dan Indra Perdana (Sekretaris Umum) itu memuat  tiga alasan perlunya memperyimbangkan Ibo Kota Aceh ke Takengon.

Pertama, pertimbangan politik stabilitas, kedua pertimbangan sosio-ekonomi, dan  terkhir, pertimbangan fisik dan geografis.

“Dari sejarah kita ketahui bahwa, daerah dataran tinggi Gayo yang merupakan benteng alam yang sangat strategis bagi pertahanan pasukan kerajaan Aceh. Dataran ini juga sempat digunakan oleh Sultan Aceh Tuanku Muhammad Daudsyah (1874-1903) beserta pengawalnya maupun tokoh-tokoh penting dalam Perang Aceh, kemudian Panglima Polem dan Cut Nyak Dhien juga pernah bertahan kesini bertahan dari serangan penjajah di pesisir,” demikian isi rilis tersebut.

Menurut PII, ada banyak contoh Negara yang telah sukses meindahakan Ibu Kota dan Pusat Pemerintahan, di antaranya Malaysia, Brasil,  Dan Myanmar.  Untuk Aceh, Banda Aceh dijadikan sebagai Pusat Bisnis dan Pusat Pendidikan. Dengan pindahnya Ibu Kota ke Takengon akses daerah ke pusat pemerintahan menjadi lebih dekat terutama yang berada di wilayah perbatasan.

“Dan wilayah perbatasan dan Selatan Aceh akan lebih terperhatikan, kita mulai dengan pembukaan jalan Blangkejren-Lokop dan Nisam-Takengon. Lalu Beutoeng-Blangkejren, InsyaAllah kita dapat membangun Aceh lebih baik,” tulis PII.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ansor Minta UAS Dimonitor karena Krunya Pakai Simbol Tauhid

Ansor Minta UAS Dimonitor karena Krunya Pakai Simbol Tauhid

Ribuan Facebooker Mengecam Krisdayanti

Ribuan Facebooker Mengecam Krisdayanti

Longsor Dua Kali di Sumedang, 11 Warga Meninggal

Longsor Dua Kali di Sumedang, 11 Warga Meninggal

Inilah Kunci Kesuksesan BMT Sidogiri Dengan Aset Rp 300 Miliyar

Inilah Kunci Kesuksesan BMT Sidogiri Dengan Aset Rp 300 Miliyar

BMH Anugerahi 6 Sosok The Change Maker

BMH Anugerahi 6 Sosok The Change Maker

Baca Juga

Berita Lainnya