Senin, 25 Oktober 2021 / 18 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Indonesia-Yordania Dirikan Bank Islam

Bagikan:

Hidayatullah.com–Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat menyatakan, Indonesia dan Yordania sepakat untuk mendirikan bank Islam dengan melibatkan investor dari kedua negara sebagai realiasi dari hasil konferensi tentang Islam, Peradaban, dan Perdamaian, yang telah dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 23-24 April 2013.

Rencana aksi dari implementasi konferensi tersebut sudah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, kata Bahrul Hayat, Kamis (25/04/20130).

Bank akan dinamai Bank Islam Indonesia-Yordania. Pendiriannya dinilai penting karena kedua negara merasa membutuhkan kehadiran bank berbasiskan syariah.

“Di Indonesia memang bank syariah tengah tumbuh dan maju pesat, tetapi dari sisi kecukupan modal dan persyaratan lainnya belum besar. Karena itu, jika ke depan bisa berdiri bank Islam bisa mendorong kemajuan umat secara ekonomi,” katanya, dalam laman Kemenag.

Dari sisi kesiapan, lanjut dia, kalangan investor dari Yordania sudah siap. Mereka memiliki cukup modal, khususnya dari dana simpanan haji.

“Dari regulasi, Yordania membenarkan memanfaatkan dana tersebut. Berbeda dengan Indonesia, dari sisi regulasi belum ada aturan dana haji untuk dijadikan modal perbankan,” jelas Bahrul.

Menyinggung dana haji Indonesia kemungkinan ke depan dimasukan sebagai modal bagi bank Islam, Bahrul Hayat mengatakan, hal itu juga tak ada aturannya. “Regulasi tiap negara kan berbeda-beda,” katanya mengingatkan.

Tapi, lanjut dia, untuk meningkatkan kesejahteraan umat, Indonesia dan Yordania juga memiliki kesamaan pandangan bahwa dana wakaf harus didorong dan dioptimalkan. Ini juga sebagai implementasi dari konferensi ini, kedua negara bersepakat mendirikan dana wakaf dunia.

Di tanah air memang tengah berkembang wakaf uang. Jika wakaf uang yang sudah tersosialisasi itu didorong untuk membantu modal pendirian badan wakaf dunia, menurut Bahrul, akan jauh lebih menguntungkan dan menggembirakan.“Upaya ini harus diseriusi,” ujar Bahrul Hayat.

Untuk itu, ia melanjutkan, semua upaya dari rencana ini akan terus dimonitor. Tiap tahapan akan dilakukan evaluasi, sejauh mana rencana aksi tersebut dapat dilakukan. “Pertemuan untuk melihat progres itu bisa dilakukan melalui pertemuan, apakah di Yordania atau di Jakarta,” katanya.

Bahrul Hayat menambahkan, sebagai tindak lanjut dari konferensi Islam yang berlangsung di Jakarta itu, juga sudah dilakukan nota kesepahaman antarperguruan tinggi, yang substansinya mencakup rencana pemberian beasiswa. Selain itu juga akan dilakukan kerja sama antarbank syariah guna mewujudkan bank wakaf sesuai dengan regulasi masing-masing negara.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Ada Pesan Allah di Setiap Kejadian Alam Semesta

Ada Pesan Allah di Setiap Kejadian Alam Semesta

FUI Kota Bekasi Nilai IMB Gereja St.Stanislaus Kranggan Cacat Hukum

FUI Kota Bekasi Nilai IMB Gereja St.Stanislaus Kranggan Cacat Hukum

DPR: Pelajaran Agama Harus Dapatkan Porsi Proporsional, Jangan Dikurangi

DPR: Pelajaran Agama Harus Dapatkan Porsi Proporsional, Jangan Dikurangi

Usai Rakernas, MUI Optimistis Semakin Lebih Baik

Usai Rakernas, MUI Optimistis Semakin Lebih Baik

Masjid Salman ITB: Said Aqil Akui Kesalahannya dan Minta Maaf

Masjid Salman ITB: Said Aqil Akui Kesalahannya dan Minta Maaf

Baca Juga

Berita Lainnya