Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

RI Harus Tiru Malaysia Tempatkan Pengungsi Rohingya dalam Kawasan Khusus

Bagikan:

Hidayatullah.com–Ketertindasan etnis Muslim rohingya di Arakan tak berbanding lurus dengan respon dunia Internasional. Padahal Uni telah Eropa memutuskan segera menyudahi embargo ekonomi Myanmar. Ini membuktikan dunia internasional belum mampu menekan Myanmar.

“Ini bukti lemahnya tekanan politik  internasional terhadap Myanmar, padahal mereka layak diembargo,”, ujar Rozak Asyari, Staf Ahli komisi III DPR RI kepada hidayatullah.com Selasa (23/04/2013).

Menurut anggota komisi yang  membidangi masalah hukum dan HAM ini, embargo sebagai bentuk sanksi Negara tersebut dalam dalam aksi melegalkan kekerasan terhadap Etnis Rohingya.

“Pembantain terhadap ribuan  etnis Muslim rohingya dan pembersihan etnis sudah cukup  dijadikan bukti untuk membawa penguasa Myanmar di pengadilan HAM Internasional,” ungkap Sekjen Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia ( PAHAM) Indonesia ini.

Yang menarik, meski kekerasan itu nyata, namun hingga saat ini pembantaian etnis Muslim Rohingya tidak mendapat tanggapan serius dari dunia internasional. Padahal bila dibandingkan dengan permasalahan kecil yang melibatkan non Muslim terbukti bisa menjadi sorotan dunia internasional.

“Sangat ironi lahir dan tumbuh dari generasi ke generasi di negeri sendiri, tapi tidak diakui sebagai warga Negara,” kata Azhari yang pernah mengunjungi Myanmar.

Yang menyedihkan, setelah tidak memiliki kewarganegraan,  etnis Muslim rohingya dipaksa keluar mencari suaka di negara lain. Saat ini pengungsi  Rohingya tersebar di berbagai negara ASEAN termasuk Indonesia,  Malaysia, dan Thailand.

“Namun sayang Indonesia belum memiliki kebijakan dan konsep pengelolaan pengungsi,” tambah anggota Pusat Informasi dan Advokasi Rohingya Arakan (PIARA) ini.

Padahal di Malaysia, pengungsi Rohingya ditempatkan di kawasan khusus, meski pun mereka belum mendapat pengakuan hak kewarganegaraan. Beda halnya dengan Thailand yang bersikap tegas terhadap pengungsi Rohingya, setiap kapal yang mendekat di daerah teritorial perairannya  di usir menjauh.

Karena itu, melihat fakta bahwa pengungsi Rohingya telah tersebar di sebagian wilayah Indonesia, seperti di Aceh, Medan,  dan Jawa Timur, sudah semestinya Indonesia mengeluarkan kebijakan dan konsep pengelolaan pengungsi Rohingya.

“Karena jika dibiarkan tanpa pengelolaan yang pasti, akan memicu kerusuhan dan distabilitas keamanan,” tutup Azhari.*/Samsul Bahri

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Istri: Mustofa Ditangkap dalam Keadaan Tak Sehat Usai Pengajian

Istri: Mustofa Ditangkap dalam Keadaan Tak Sehat Usai Pengajian

Saudi: Al-Quds Ibu Kota Palestina

Saudi: Al-Quds Ibu Kota Palestina

Sahabat al Aqsha Hadirkan 12 Imam Palestina ke Indonesia

Sahabat al Aqsha Hadirkan 12 Imam Palestina ke Indonesia

Alumni LBH-YLBHI Desak DPR Bentuk TGPF Korban Aksi

Alumni LBH-YLBHI Desak DPR Bentuk TGPF Korban Aksi

MTQ Bukittinggi Tak Sekedar Buru Prestasi

MTQ Bukittinggi Tak Sekedar Buru Prestasi

Baca Juga

Berita Lainnya