Senin, 25 Oktober 2021 / 18 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Daud Rasyid: Melarang Nikah Menentang Fitrah

Bagikan:

Hidayatullah.com–Nikah merupakan sesuatu yang dibutuhkan manusia. Islam pun sangat menganjurkan umatnya untuk menikah. Akan tetapi, ada umat lain di luar kaum Muslimin yang mengharamkan sebagian pemeluknya untuk menikah. Mereka itu sudah pasti menentang fitrahnya sebagai manusia.

Hal ini disampaikan Pakar Hadits Dr. Daud Rasyid dalam ceramah singkatnya pada acara Program Al-Mawaddah 4, Walimah Nikah untuk 100 Pasangan Panti Perwira Balai Sudirman, Jalan Dr. Saharjo, Jakarta Selatan, Kamis (04/04/2013).

Menurut lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir ini, selain sebagai hajat manusiawi, nikah adalah perbuatan yang dihalalkan syariah Islam. Islam bahkan mengharamkan umatnya tidak menikah tanpa alasan yang syar’i.

“Kita di dalam Islam, merasa berbahagia dengan syariat Islam yang membolehkan nikah,” ujarnya di depan sekitar 400 hadirin yang memenuhi tempat acara.

Dalam literatur-literatur Islam, terutama kitab tentang nikah, lanjut Daud Rasyid, banyak sekali dorongan bagi para pemuda Muslim untuk segera menikah. Tentu jika telah tiba waktunya dan tercukupi persyaratannya. Dengan demikian, para pemuda Muslim tidak perlu khawatir menikah walau terkendala ekonomi.

“Bahwasanya Allah subhanahuwata’ala menjanjikan bantuan kepada orang-orang yang menikah,” tegasnya.

Daud Rasyid lantas mengutip satu hadits Rasulullah shallallahu‘alaihiwasallam yang diriwayatkan Tarmidzi dari Abu Hurairah. Dalam hadits itu disebutkan tiga golongan yang wajib dibantu Allah subhanahuwata’ala. Mereka adalah mujahid di jalan Allah, hamba sahaya yang ingin merdeka, dan orang-orang yang ingin menikah.

“Jadi sekarang, di hadapan Anda terbuka pintu shodaqoh yang luas, manfaatkan itu semua. Sehingga Anda mendapatkan pahala yang besar,” jelasnya kepada para pengantin pria yang duduk di tengah-tengah hadirin.

Para pengantin ini pun tergolong beruntung karena mendapat sedekah. Sedangkan kaum Muslimin bersedekah kepada orang-orang yang menikah, juga termasuk beruntung, jelasnya lagi.

“Allah senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba itu menolong saudaranya,” pesan Daud Rasyid di penghujung ceramahnya.

Diberitakan sebelumnya, Program Al-Mawaddah 4 digelar atas kerjasama Yayasan Ash-Shilah dengan Yayasan Sheikh Eid bin Mohammad Al-Thani asal Qatar. Program pemberian bantuan bagi para pengantin ini merupakan kegiatan rutin Yayasan Ash-Shilah di tahun keempat. Menteri Sosial (Mensos) RI Salim Segaf Al-Jufri yang batal hadir dalam acara itu turut mendukung program pernikahan massal.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

FSDLK Indonesia Gelar Aksi Simpatik Peringati 71 Tahun Hari Nakba

FSDLK Indonesia Gelar Aksi Simpatik Peringati 71 Tahun Hari Nakba

Tak Puas Vonis Seumur Hidup, Rini Sarankan Muslimah Pilih Calon Suami Seiman

Tak Puas Vonis Seumur Hidup, Rini Sarankan Muslimah Pilih Calon Suami Seiman

KH. Athian Ali: Saya Pernah Bertemu Sekali

KH. Athian Ali: Saya Pernah Bertemu Sekali

Perpusnas RI Akan Bangun Gedung 24 Lantai pada 2012

Perpusnas RI Akan Bangun Gedung 24 Lantai pada 2012

Bank Syariah di Indonesia Bisa Jadi Contoh Negara Lain

Bank Syariah di Indonesia Bisa Jadi Contoh Negara Lain

Baca Juga

Berita Lainnya