Selasa, 30 Maret 2021 / 17 Sya'ban 1442 H

Nasional

Abdillah Onim: “Masjidil Aqsha adalah Harga Diri Umat Islam Sedunia”

Bagikan:

Hidayatullah.com—Ada yang istimewa hari Sabtu, 30 Maret 2013, ba’da subuh di Masjid Akramunnaas Kampus UR Pekanbaru, Riau. Di masjid yang biasanya hanya diisi pengajian hadits bersama Ustadz Abdul Somad, Lc. MA, pakar hadits lulusan Dar-El Hadits Hassania, Kerajaan Maroko  dilanjutkan dengan silaturrahim bersama Abdillah Onim, relawan Mer-C yang kini telah menetap dan berkeluarga di Jalur Gaza, Palestina.

Abdillah Onim datang ke Pekanbaru dalam rangka silaturrahim dan menyampaikan secara langsung kabar terbaru dari Gaza, khususnya pasca serangan 8 hari Zionis “Israel” pada November 2012 lalu.

“Membebaskan Palestina adalah kewajiban bagi seluruh umat Islam sedunia. Palestina merupakan sebuah wilayah yang tergabung dalam negeri Syams, yang didalamnya terdapat Masjidil Aqsha. Ia adalah izzah (harga diri dan kehormatan) umat Islam sedunia,” ujar Abdillah Onim mengawali pernyataannya.

Abdillah Onim yang juga Koordinator Pembangunan RS Indonesia di Gaza ini menuturkan bahwa perlakuan orang-orang Yahudi terhadap masjid-masjid di Tepi Barat, Yerussalem sangat mengkhawatirkan.

“Di Tepi Barat, Yerussalem, sebagian Masjid itu dijadikan tempat penyimpanan alkohol oleh Yahudi. Ada juga yang dijadikan diskotik dan kafe, bahkan dibakar.”

“Jangan pernah bosan untuk selalu mendoakan saudara-saudara kita di Palestina, karena ini berkaitan dengan aqidah kita,” ujar beliau menambahkan.

Pada kesempatan ini, Abdillah juga memutarkan video dokumenter yang ia buat saat penyerangan 8 hari Zionis “Israel” ke Gaza pada November 2012 lalu. Air mata para jama’ah-pun tampak tak terbentung menyaksikan penderitaan yang dialami para anak-anak serta warga Gaza pada umumnya.

Selain itu, juga diadakan penggalangan dana untuk membantu perjuangan rakyat Palestina. Dalam kesempatan Subuh tersebut, terkumpul dana sebesar 6,7 juta Rupiah dan disampaikan langsung ke Abdillah Onim melalui panitia acara.

Abdillah Onim, pria kelahiran Halmahera Utara ini telah berada di Indonesia sejak Desember 2012. Sejak berada di Indonesia, ia bersama Rajaa’ Al-Hirthani, muslimah Gaza yang ia nikahi pada Februari 2011 lalu telah berkeliling Indonesia dan Malaysia untuk menyampaikan berita terbaru dari Jalur Gaza.

Tak lupa ia juga membawa anak pertamanya, Marwiah Filindo, bayi pertama keturunan Indonesia-Palestina yang baru berumur 10 bulan.

Abdillah dan keluarga tiba pada Jum’at (29/03/2013) dan direncanakan akan mengisi beberapa acara Tabligh Akbar di Pekanbaru.*/Dayat, Pekanbaru

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Milad ke-108 Muhammadiyah, Haedar Ingatkan Pandemi Covid-19 Belum Berakhir

Milad ke-108 Muhammadiyah, Haedar Ingatkan Pandemi Covid-19 Belum Berakhir

Sri Bintang Pamungkas: Di Belakang Jokowi ada Konglomerat Hitam

Sri Bintang Pamungkas: Di Belakang Jokowi ada Konglomerat Hitam

UAS Sarankan Ormas Hidayatullah Bisa Bangun Rumah Sakit

UAS Sarankan Ormas Hidayatullah Bisa Bangun Rumah Sakit

Abdul Aziz Qahhar Terangkan Tiga Fungsi Takbir

Abdul Aziz Qahhar Terangkan Tiga Fungsi Takbir

Waspada! Fransiskus, Muallaf Gadungan Bersyahadat 20 Kali

Waspada! Fransiskus, Muallaf Gadungan Bersyahadat 20 Kali

Baca Juga

Berita Lainnya