Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Hotline Pendidikan Temukan Banyak Siswa Hamil

Bagikan:

Hidayatullah.com—Berita kurang menggembirakan kembali datang dari Surabaya. Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2013 tanggal 15 April mendatang, daftar siswa tingkat akhir jenjang SMA yang hamil terus bertambah.

Jika sebelumnya Hotline Pendidikan Surabaya telah mengumpulkan ada tiga siswi yang hamil di Surabaya. Kini, jumlahnya bertambah menjadi tujuh siswi. Artinya bertambah empat orang dalam sebulan terakhir.

“Adanya peningkatan kehamilan siswa dalam 3 bulan terakhir,” ujar Isa Ansori dari Hotline Pendidikan Surabaya kepada hidayatullah.com, Kamis (28/03/2013).

Menurut Isa, data yang masuk di hotline pendidikan peningkatannya 100 %. Selama bulan Pebruai ada 3, bulan Maret ada 7 kasus.

Menurut Isa, musibah ini  diyakini sebagai fenomena puncak gunung es di Kota Pahlawan.

Berdasar hasil survei yang dilakukan oleh Hotline Pendidikan bekerjasama dengan Yayasan Embun Surabaya (YES), Telepon Sahabat Anak (TESA) dan Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur (Jatim) pada akhir tahun 2012, sekitar 16 persen dari 450 pelajar mengakui pernah berhubungan seks.

“Masalah yang tampak terkait siswi hamil itu hanyalah sebagian kecil dari problem yang lebih besar. Apalagi hasil survei yang pernah dilakukannya bersama beberapa yayasan itu menyebutkan, sedikitnya 16 persen pelajar Kota Surabaya pernah melakukan hubungan yang pantas dilakukan oleh pasangan suami istri itu.”

Menurut Isa, saat ini,  Hotline Pendidikan melakukan pendampingan kepada para siswi tersebut.
Peran Negara

Selain itu, Hotline Pendidikan  meminta kesadaran semua pihak baik sekolah, orangtua dan terlebih lagi negara harus tegas terhadap penyebab ekses dari perilaku tersebut. Ia berharap Negara bisa tegas menutup tempat hiburan yang melanggar dan memperbolehkan anak berada di tempat tersebut. Disamping juga negara harus menyediakan tempat layanan bagi mereka yang sudah menjadi korban.

Selain itu, kepada para orangtua, diharapkan lebih intens mendidik anak, tentu saja harus lebih banyak mengetahui dengan siapa dan di mana anak – anak mereka bergaul.

“Pada akhirnya adalah sikap tegas dan membangun kesadaran diperlukan untuk membangun kesadaran anak agar tidak terjerumus pada perilaku yang menyimpang,” tambahnya.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kominfo: “Menutup Situs Tidak Bisa Seenaknya”

Kominfo: “Menutup Situs Tidak Bisa Seenaknya”

BNPB: 4 Kecamatan di Kabupaten Sigi Masih agak Terisolasi

BNPB: 4 Kecamatan di Kabupaten Sigi Masih agak Terisolasi

UINSA Luncurkan ‘Gerakan Mengaji Indonesia’

UINSA Luncurkan ‘Gerakan Mengaji Indonesia’

Hari Ini, Umat Islam Balikpapan Aksi Dukung Penutupan Lokalisasi

Hari Ini, Umat Islam Balikpapan Aksi Dukung Penutupan Lokalisasi

Gempa Sarmi Papua, 33 Rumah Rusak Berat, Warga Mengungsi

Gempa Sarmi Papua, 33 Rumah Rusak Berat, Warga Mengungsi

Baca Juga

Berita Lainnya