Kamis, 25 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

DD Jabar Launching Selamatkan Sawah Rakyat

Bagikan:

Hidayatullah.com—Kondisi lahan persawahan sebagai sentra produksi beras di Indonesia kian berkurang.Lahan tersebut banyak yang beralih fungsi menjadi perumahan dan pabrik, di sisi lain beras sebagai bahan konsumsi utama masyarakat Indonesia belum tergantikan. Akibatnya Indonesia masih sering kekurangan stock beras dan harus impor.

Berkaitan dengan itu, Dompet Dhuafa  (DD) Jabar,  melaunching program “Gerakan Selamatkan Sawah Rakyat” di Bandung.

“Data dari Kementerian Pertanian dan BPS 2012 mengungkap fakta, 2008 – 2010 laju konversi lahan sawah di Pulau Jawa sebesar 600 ribu hektar atau secara rata-rata mencapai 200 ribu hektar per tahun, dan hanya mampu diimbangi oleh pemerintah dengan pencetakan 40 ribu hektar sawah baru setiap tahunnya. Artinya, setiap tahun ada seluas 160 ribu hektar sawah yang beralih fungsi,” ungkap Direktur DD Jabar, Hendi Suhendi saat launching program “Gerakan Selamatkan Sawah Rakyat” di Bandung,Selasa (19/o3/2013).

Hendi melanjutkan, program tersebut merupakan gerakan masyarakat untuk penyelamatan sawah masyarakat dari alih fungsi lahan melalui proses pembelian sawah dan atau pencetakan sawah baru.Hal ini untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.Sementara untuk penggarapnya adalah masyarakat sekitar dan hasilnya juga akan kembali kepada masyarakat.

Ia menambahkan,jika program sawah baru tidak segera terwujud maka akan berdampak pada semakin berkurangnya produksi beras yang berimbas pada ketahanan pangan nasoional.Jika terus dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan terjadinya krisis pangan.

Sementara untuk teknisnya selain di garap oleh petani langsung nantinya setiap satu hektar sawah akan ada satu sarjana pertanian sebagai pendamping.Diharapkan kehadiran sarjana tersebut dapat memaksimalkan pengerjaan sawah yang berdampak pada meningkatnya jumlah hasil panen.

Pihaknya juga mengaku telah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Jabar untuk tenaga sarjananya.Selain mereka dapat mempraktekan ilmunya secara langsung mereka juga akan mendapat honorarium, bukan sekedar relawan saja.

“Program ini juga diharapkan selain menjaga ketahanan pangan nasional juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin khususnya petani dan buruh tani terutama di perdesaan serta mampu mengurangi angka pengangguran khususnya para sarjana pertanian,” jelasnya.

Untuk itu pihak akan menggalang dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta dalam mensukseskan program tersebut.Sedangkan target jangka pendeknya minimal di Jabar dalam waktu satu tahun ke depan ada 100 ribu hektar sawah baru.Pihak DD Jabar sendiri telah mempunyai percontohan di daerah Subang Jabar.

“Gerakan 100 ribu ‘Selamatkan Sawah Rakyat’ merupakan ikhtiar selamatkan pangan Indonesia.”

100 ribu sendiri memiliki dua makna yakni makna target menyelamatkan 100 ribu hektare sawah, serta 100 ribu merupakan ajakan berdonasi 100 ribu sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pangan indonesia,” pungkas Hendi.*

Rep: Ngadiman Djojonegoro
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

PKS Tawarkan Relawan yang Akan ke Rohingya

PKS Tawarkan Relawan yang Akan ke Rohingya

Ahmad suparji tanggapi Pencabutan lampiran investasi miras

Pakar Pidana: Denny Siregar Harus Diberi Efek Jera

Din Syamsuddin: Ahok Merusak Kerukunan yang Sedang Dirajut Bangsa

Din Syamsuddin: Ahok Merusak Kerukunan yang Sedang Dirajut Bangsa

Dukung Bobotoh Peduli Rohingya, Dahnil Kritisi PSSI Beri Sanksi Persib

Dukung Bobotoh Peduli Rohingya, Dahnil Kritisi PSSI Beri Sanksi Persib

Emilia Dampingi Aktivis Pro LGBT Saat Desak KPI Cabut SE Larangan Tanyangan Banci

Emilia Dampingi Aktivis Pro LGBT Saat Desak KPI Cabut SE Larangan Tanyangan Banci

Baca Juga

Berita Lainnya