Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Fahira Idris Minta Dipertemukan Musdah Mulia Soal LGBT

Bagikan:

Hidayatullah.com–Aktivis #AntiMiras, Fahira Fahmi Idris mengaku belum lama ini mendapat aduan dari seorang ibu bahwa buku pelajaran anaknya yang masih SMP materinya sudah dimasuki oleh kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

Menurut Fahira, sang ibu  yang  anaknya masih bersekolah di daerah Pejaten, Jakarta Selatan resah dengan  salah satu kalimat dalam buku itu yang tertulis, “saya bangga menjadi waria”.

“Dari pengakuan ibu itu akhirnya saya cari komunitas LGBT yang membuat buku itu, saya datangi langsung mereka karena saya sangat tidak setuju dengan apa yang mereka lakukan,” kata Fahira pada hidayatullah.com di Rumah Damai Indonesia, Jakarta Selatan.

Ia mengaku merasa sangat prihatin dengan pengakuan ibu tersebut terlebih ia menganggap buku itu sangat berbahaya bagi anak-anak.

“Siapa yang tidak miris melihat buku itu? Apalagi itu buku SMP,” ucapnya.

Fahira mengungkapkan, kala itu sempat terjadi debat antara ia dengan komunitas LGBT yang tidak ia sebutkan namanya. Ia juga meminta pada komunitas itu agar menghapus kalimat-kalimat yang dianggapnya menyimpang.

“Saya sempat meminta mereka untuk menghapus dan mengoreksi kalimat yang ada dalam buku itu,” ungkapnya prihatin.

Dari pertemuan dengan komunitas LGBT, ia mendapat pengakuan bahwa yang menjadi ‘pelindung’ mereka selama ini adalah Dr Musdah Mulia, Sekretaris Jendral Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP).

Karena itu, ia meminta agar dipertemukan dengan Guru Besar dan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah yang pernah mengkampanyekan nikah beda agama tersebut. [baca: Musdah Mulia Ajak Masyarakat Sosialisasikan Nikah Beda Agama]

“Saya bertanya pada mereka siapa yang melindungi kalian? Mereka menjawab Musdah Mulia kemudian saya minta pada mereka untuk dipertemukan dengan Musdah, saya beri tenggat waktu pada mereka sebulan,” ujarnya.

Fahira Idris dikenal pegiat #AntiMiras. Sebelumnya, penguasaha muda kelahiran Padang ini pernah memberikan kritik langsung pada sutradara Hanung Bramantyo yang telah membuat film “Cinta Tapi Beda” yang dinilai sarat dengan propaganda nikah beda agama.

Maret 2012, ia bahkan pernah mengunjungi Kantor DPP Jalan Petamburan untuk bertabayyun dengan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab guna bertanya langsung tentang isu-isu kekerasan yang sering ditulis media massa di organsasi tersebut.*

Rep: Sarah Chairunisa
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

BI: Perbankan Syariah Lokal Harus Siap Hadapi Asing

BI: Perbankan Syariah Lokal Harus Siap Hadapi Asing

Inilah 8 Dampak Negatif Akibat Terbitnya SE “Hate Speech”

Inilah 8 Dampak Negatif Akibat Terbitnya SE “Hate Speech”

Tokoh Hindu Tolak Pornografi

Tokoh Hindu Tolak Pornografi

Sejarah Al Azhar Indonesia, Sejarah Palestina

Sejarah Al Azhar Indonesia, Sejarah Palestina

ASN Hamil Diizinkan Tak Masuk Kantor Selama Kabut Asap di Pekanbaru

ASN Hamil Diizinkan Tak Masuk Kantor Selama Kabut Asap di Pekanbaru

Baca Juga

Berita Lainnya