Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Menag : Akar Radikal Tak Hanya di Agama, Tapi Juga Paham Demokrasi

Bagikan:

Hidayatullah.com– Islam selama ini selalu dipojokan dengan stigma negatif dengan tudingan sebagai agama yang radikal, dan agama yang mengajarkan teroris ujar Menteri Agama H Suryadharma Ali.

Pernyataan ini disampaikan Suryadharma Ali dalam sambutannya pada acara silaturahmi dengan pimpinan Ponpes Minhaajurrosyidin, Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (08/03/2013).

Hadir pada acara itu, Dewan Penasihat Ponpes Minhaajurrosyidin, Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Abdullah Syam, Kepala Kantor Wilayah Kemenag DKI Jakarta Akhmad Murtadho, serta para ulama lainnya.

Suryadharma mengakui memang ada yang memahami agama secara radikal, dan itu tidak saja terjadi di Islam tapi juga pada penganut agama lainnya yang memahami ajaran agamanya secara radikal.

Bahkan, menurut Suryadharma, pemahaman radikal sesungguhnya bukan hanya terhadap pemahaman agama, tapi juga oleh mereka yang menjunjung demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Kalau dulu akarnya radikalisme adalah hanya pada ajaran agama, tapi sekarang meluas kepada mereka yang menjunjung tinggi paham demokrasi, dan pikiran-pikiran HAM juga berbuat radikal. Namun, masalah ini yang tidak pernah diungkap,” paparnya dikutip laman Kemenag.

Dikatakan Suryadharma, mereka yang menganut paham demokrasi tapi juga radikal karena kerjanya saat unjuk rasa dengan bakar ban, menutup jalan raya sehingga menimbulkan kemacetan yang luar biasa panjang, termasuk merusak kantor gubernur, bupati dan kantor pemerintahan lainnya.

“Mereka itu termasuk penganut paham demokrasi radikal. Jadi ada HAM radikal juga ada demokrasi radikal. Jadi kenapa Islam saja yang dituding sebagai agama yang mengajarkan radikal,” papar Suryadharma yang juga ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Dikatakannya, HAM itu memperhatikan unsur agama, kepentingan suatu bangsa dan budaya yang berkembang. “Jadi kalau kita mengambil pemikiran (HAM) dari barat begitu saja, tanpa menjaringnya pasti tidak cocok,” papar Suryadharma.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Sumpah Pemuda, Politisi PDIP Ungkap Peran Penting Keturunan Arab dan Tionghoa

Sumpah Pemuda, Politisi PDIP Ungkap Peran Penting Keturunan Arab dan Tionghoa

Telah Beredar!  Majalah Hidayatullah edisi Juni 2004

Telah Beredar! Majalah Hidayatullah edisi Juni 2004

Prof Din: Menguatnya Arus Liberalisme Jadi PR Indonesia

Prof Din: Menguatnya Arus Liberalisme Jadi PR Indonesia

KAMMI Mengutuk Pengeboman Sri Lanka

KAMMI Mengutuk Pengeboman Sri Lanka

Kemenkominfo: Waspadai Sisi Negatif Teknologi Informasi

Kemenkominfo: Waspadai Sisi Negatif Teknologi Informasi

Baca Juga

Berita Lainnya