Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pengamat Intelijen: MUI Masih Punya 5 Video Kekerasan Oknum Elit Densus 88

Video operasi Densus 88 di pesantren Amanah Poso (diambil dari Youtube)
Bagikan:

Hidayatullah.com—Umat Islam  Indonesia digemparkan berita video kekerasan oknum Satuan Elit Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri setelah laporan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke Kapolri Jenderal Timur Pradopo beberapa waktu lalu. Kabar terbaru menyebutkan, ternyata MUI masih memiliki 5 rekaman lagi dugaan kekejaman oknum Densus.

“Kita mau kroscek langsung, “  ujar Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Musthofa B. Nahrawardaya kepada hidayatullah.com, Senin (04/03/2013).

Menurut Musthofa, sejauh ini, dugaan oknum Densus 88 yang sudah beredar Youtube.com memang sama dengan video yang diberikan MUI kepada Kapolri.

Ia juga menjelaskan bahwa MUI juga masih memiliki 5 video lain mengenai kekejian tersebut. Menurutnya video tersebut adalah bukti penting untuk menjelaskan ke umat tentang sikap Densus 88 di lapangan.

Tokoh Muda Muhammadiyah ini juga akan melakukan investigasi ke Poso dan Palu Sulawesi Tenggara pada tanggal 7 hingga 11 Maret 2013. Kunjungan ke Poso dan Palu ini dinilai bertujuan untuk menemui langsung para korban yang ada di video yang sudah tersebar luas tersebut.

Mustofa menilai meski banyak pihak ada yang meminta membubarkan Densus 88, namuan perjuangan membubarkan Satuan Elit di bawah Mabes Polri ini tidaklah mudah. Menurutnya Densus 88 juga merupakan bagian produk kepentingan international terkait isu perang terhadap terorisme yang didengungkan Amerika Serikat (AS).

Pada kondisi yang sama, Musthofa juga mengkritik sikap kepolisian yang tidak memasukkan kelompok separatis papua ke dalam daftar terorisme. Menurutnya, sikap kepolisian itu sangat diskriminatif terhadap umat Islam.

Seharusnya menurut dia, sikap seseorang atau kelompok yang menyebarkan teror di masyarakat itulah definisi teroris yang sebenarnya. Dari situ Musthofa menilai, korban penembakan kelompok separatis Papua yang menewaskan 8 anggota TNI seharusnya sudah pantas disebut teroris.

“Apa karena Papua itu mayoritas non Muslim jadi mereka tidak disebut teroris? Apakah teroris itu hanya untuk umat Islam?” tandasnya.

Musthofa berharap umat Islam di Indonesia jangan berputus asa untuk mengevaluasi kinerja Densus, meski pembubaran Densus bukan pula hal yang mustahil.*

Rep: Thufail Al Ghifari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Teliti Israel Jajah Palestina, Amnesty International Pakai Pendekatan HAM

Teliti Israel Jajah Palestina, Amnesty International Pakai Pendekatan HAM

Pelaksanaan Syariat Aceh Bermasalah, Berarti HAM Ada Masalah

Pelaksanaan Syariat Aceh Bermasalah, Berarti HAM Ada Masalah

Kang Ucay: Buku “Mengetuk Pintu Langit” Wajib Dimiliki Anak Cucu Saya

Kang Ucay: Buku “Mengetuk Pintu Langit” Wajib Dimiliki Anak Cucu Saya

MUI Minta 41 Anggota DPRD Malang Bertobat

MUI Minta 41 Anggota DPRD Malang Bertobat

6 Sekolah Kristen Blitar Harus Sediakan Hak Pendidikan Islam bagi Siswa Muslim

6 Sekolah Kristen Blitar Harus Sediakan Hak Pendidikan Islam bagi Siswa Muslim

Baca Juga

Berita Lainnya