Sabtu, 29 Januari 2022 / 25 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

JK: Katakan ‘Tidak’, Ternyata Masih Korupsi

Kuliah umum mantan Wapres Jusuf Kalla saat menerima Doktor Honoris Causa dari UI/Antara.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kepercayaan amat penting dalam suatu kepemimpinan. Kepercayaan adalah dasar utama dalam membangun kepemimpinan yang kuat. Demikian kata mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberi kuliah umum di Balai Sidang Kampus Universitas Indonesia, Depok, Selasa (26/2/2013) dengan tajuk “Kepemimpinan dan Kepercayaan”.

Jusuf Kalla (JK) kemudian memberikan contoh kasus prahara yang terjadi di Partai Demokrat. Ia menilai goyangnya partai penguasa itu disebabkan hilangnya kepercayaan publik saat kader partai berlambang bintang mercy itu terjerat korupsi, padahal Demokrat menggembar-gemborkan slogan antikorupsi.

“Masih hangat dalam ingatan kita, suatu yang tidak dilakukan, saat kampanye ‘katakan tidak pada korupsi’ ternyata melakukan korupsi, akhirnya jatuh segala-galanya,” ujar JK dalam kuliah umum penerimaan gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang kepemimpinan dari Universitas Indonesia kepada dirinya.

Lebih lanjut JK mengatakan, pentingnya kepercayaan tidak hanya ada dalam kehidupan politik, namun juga di segala bidang, termasuk di antaranya dalam bidang usaha atau bisnis. Ia menyebut pentingnya membangun kepercayaan dalam usaha.

“Dalam bisnis, restoran ini dibilang enak, ternyata tidak enak, bakal hilang pelanggannya. Kepercayaan jadi dasar dari suatu hasil,” imbuhnya, dalam Tribunnews.

Ia menilai sudah waktunya pemimpin menempatkan kepercayaan dalam membangun pemerintahan di Indonesia. Walaupun tidak mudah, kepercayaan harus senantiasa dijaga.

“Tidak mudah, dalam sejarah Indonesia, berapa kali pemerintahan jatuh bangun karena kepercayaan. Jadi yang terpenting bagaimana kita membina kepercayaan,” tandasnya.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Lembaga Pendidikan Islam harus Hidupkan Tradisi Keilmuan Para Ulama

Lembaga Pendidikan Islam harus Hidupkan Tradisi Keilmuan Para Ulama

Lebih Jernih Membaca Kasus Hafitd dan Assyifa

Lebih Jernih Membaca Kasus Hafitd dan Assyifa

Yayasan Pemberi Penghargaan “Orang Sholeh” pada Ahok ternyata Fiktif

Yayasan Pemberi Penghargaan “Orang Sholeh” pada Ahok ternyata Fiktif

Ormas Islam Protes Silatnas Ahlul Bait

Ormas Islam Protes Silatnas Ahlul Bait

Pembubaran Ormas ‘Anarkis’ Harus Melalui Pengadilan

Pembubaran Ormas ‘Anarkis’ Harus Melalui Pengadilan

Baca Juga

Berita Lainnya