Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Dinilai Rendahkan Eksitensi Umat Islam, KAMMI akan Tuntut Metro TV

Bendera KAMMI dalam tayangan Metro TV
Bagikan:

Hidayatullah.com–Terkait tayangan berjudul “Berdarah Yahudi, Bernafas Indonesia” di Metro TV, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)  mengaku tak lagi berharap permintaan maaf, namun akan melanjutkan tuntutan ke pihak Metro TV.

Adanya bendera KAMMI dalam tayangan tersebut dinilai fakta bahwa Metro TV menganggap KAMMI adalah intoleran, demikian menurut Humas KAMMI Pusat, Zahra Choiri.

“Tayangan tersebut adalah kampanye hitam Metro TV untuk menyudutkan umat Islam yang pro Palestina,” tegas Zahra kepada hidayatullah.com, Rabu (20/02/2013) di Jakarta.

Menurut Zahra, saat ini KAMMI sedang mempersiapkan pengacara sebelum mengajukan gugatan ke Metro TV. Zahra juga menjelaskan bahwa mereka sudah mendapat beberapa masukan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

“KAMMI sudah mempelajari video tersebut, kami sudah punya bukti kuat,” tambahnya lagi.
Zahra juga menjelaskan bahwa permasalahan tayangan pendek di acara Inside Metro TV itu tidak bisa ditolerir lagi. Selain menuntut Metro TV, Zahra berharap umat Islam bisa kritis terhadap tayangan-tayangan televisi yang merendahkan eksistensi umat Islam sebagai mayoritas di Indonesia.

Sebelumnya, hari Senin (18/02/2013) KAMMI melayangkan surat ke KPI guna mengadukan keberatan tayangan Metro TV  edisi Kamis, 14 Februari 2013 tersebut.

KAMMI mengaku mengadukan ke KPI, karena secara sengaja dalam tayangan tersebut menvisualkan aksi organisasi kemahasiswaan Muslim kampus tersebut dengan menyebutnya massa intoleran dan kelompok ‘anti semit’ (anti Yahudi). [baca juga: Tayangan “Berdarah Yahudi, Bernafas Indonesia” yang Dianggap Meresahkan Itu]

Selain ada visual bendera KAMMI, pada tayangan 5 menit itu  juga dinampakkan aksi massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan sebuah ormas Islam di Surabaya juga melakukan aksi anti Yahudi sebagai bentuk dukungan dan pembelaan terhadap perjuangan Palestina.*

Rep: Thufail Al Ghifari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Dr Isnawati Rais: Hukum Islam Lebih Miliki Efek Jera

Dr Isnawati Rais: Hukum Islam Lebih Miliki Efek Jera

Bela Kiai Ma’ruf, Ustadz Arifin Ilham: Ahok Peleceh Ulama tak Pantas Jadi Pemimpin

Bela Kiai Ma’ruf, Ustadz Arifin Ilham: Ahok Peleceh Ulama tak Pantas Jadi Pemimpin

Israel Enggan Minta Maaf Kepada Turki

Israel Enggan Minta Maaf Kepada Turki

FPI Dibubarkan, Ini Imbauan Mahfud MD ke Aparat Keamanan

FPI Dibubarkan, Ini Imbauan Mahfud MD ke Aparat Keamanan

HTI: Hukuman Mati Bagi Penghina Nabi

HTI: Hukuman Mati Bagi Penghina Nabi

Baca Juga

Berita Lainnya