Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pemulung “Pekurban Dua Kambing” Pulang Kampung

Mak Yati.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Mak Yati, pemulung yang berkurban pada Idul Adha 2012, ingin bertani setelah pulang ke kampung halamannya di Pasuruan Jawa Timur.

“Mau bertani, memang tukang tani. Nguli dulu di tanah orang,” kata Mak Yati di Jakarta, Senin (18/02/2013).

Mak Yati dan suaminya Pak Maman bertemu dengan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di gedung Kementerian Sosial. Mensos melepas Mak Yati kembali ke kampung halamannya setelah rumah yang dijanjikan selesai dibangun.

Mak Yati pulang dengan kereta api Bima yang berangkat dari Stasiun Gambir pada Senin (18/2/2013). Ia sempat menangis saat menyampaikan terima kasihnya. Ia mengaku malu karena sudah menyusahkan.

“Saya menangis bukan karena senang, tapi sedih karena sudah menyusahkan semua,” ujar Mak Yati.

Rumah baru Mak Yati seluas 45 meter tersebut dibangun di atas tanah seluas 100 meter persegi di kampung halamannya di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Pembangunan rumah tersebut berawal dari silaturahmi Mensos ke kediaman Mak Yati di kawasan Tebet Jakarta Selatan.

Mensos mengapresiasi dan menghargai keteladanan yang diberikan Mak Yati, meskipun hanya sebagai pemulung tapi ikut berkurban dua ekor kambing yang diserahkan kepada pengurus Masjid Al Ijtihad di Kelurahan Tebet.

Niat mulia Mak Yati untuk berkurban baru berhasil terlaksana setelah menabung dan mengumpulkan penghasilan sebagai pemulung selama lebih dari tiga tahun.

Pada kunjungan Mensos tersebut, Mak Yati menceritakan harapannya untuk bisa menikmati masa tua di kampung halaman dan memiliki rumah sendiri.

Saat itu Mensos menjanjikan akan memberikan dukungan sepenuhnya agar impian dan harapan Mak Yati tercapai.

Selain membangun rumah, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan jatah hidup selama tiga bulan untuk Mak Yati sebesar Rp2,8 juta serta modal untuk memperbaiki hidup mereka.

“Kita doakan mudah-mudahan kembali selamat sampai ke tujuan. Kita tidak melepas begitu saja, tapi juga kita memberikan jatah hidup dan bantuan modal,” kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, dilansir Antara.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

PKS Bela UAS, Minta Negara Hadir Lindungi Ulama

PKS Bela UAS, Minta Negara Hadir Lindungi Ulama

Silaturahim Pimpinan Ormas Kepemudaan Islam di Kantor PB PMI

Silaturahim Pimpinan Ormas Kepemudaan Islam di Kantor PB PMI

DMI Serukan Masjid Dibuka untuk Shalat 5 Waktu dan Jumatan

DMI Serukan Masjid Dibuka untuk Shalat 5 Waktu dan Jumatan

2.500 Guru Kontrak Terancam Tidak Terima Honor di Kotim

2.500 Guru Kontrak Terancam Tidak Terima Honor di Kotim

Kuntum-kuntum Melati

Kuntum-kuntum Melati

Baca Juga

Berita Lainnya