Senin, 15 Februari 2021 / 3 Rajab 1442 H

Nasional

MUI: Jangan Tergiur Iming-iming MLM Haji

Bagikan:

Hidayatullah.com–Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat waspada dan tidak tergiur iming-iming multilevel marketing (MLM) haji. Sampai sekarang MUI belum mengeluarkan fatwa halal untuk praktik usaha itu.

“Praktik MLM haji ini rentan penipuan karena kuota haji terbatas dan mutlak diatur oleh pemerintah. Tidak benar jika muncul informasi MUI telah menghalalkan MLM haji. Apakah itu MLM syariah haji atau dengan nama lainnya, kami tidak pernah mengeluarkan fatwa halal untuk praktik itu,’’ kata Ketua Bidang Fatwa MUI Ma’ruf Amin.

Jika ternyata ada masyarakat yang tertipu dengan praktik MLM haji itu, MUI tidak bertanggung jawab, walaupun pemilik usaha MLM haji itu dalam promosinya mengaku telah mendapat restu MUI. ’’Masyarakat harus hati-hati, berhaji saja secara normal atau wajar,’’ tandasnya.

Sikap tegas MUI jika MLM haji ini haram diharapkan ditindaklanjuti Kementeraian Agama (Kemenag). Hingga sekarang, Kemenag terus menggembar-gemborkan melarang praktik MLM haji. Tetapi di lapangan, masih banyak badan usaha yang membujuk masyarakat untuk mengikuti MLM haji.

Padahal, Kemenag memiliki satuan kerja hingga tingkat kecamatan, yakni kantor urusan agama (KUA). Jika KUA ini menjalankan peran utamanya untuk melindungi umat, praktik MLM haji bisa dibendung di lapisan paling bawah.

Ma’ruf lantas mengatakan, fatwa halal yang telah dikeluarkan MUI adalah untuk MLM umrah. ’’Saya tegaskan ya, yang sudah keluar fatwa halalnya itu MLM syariah untuk umrah, bukan MLM haji,’’ katanya, dalam JPNN, Minggu (17/2/2013).

Meskipun telah mengeluarkan fatwa halal untuk MLM syariah umrah, Ma’ruf mengatakan, pihaknya belum mengeluarkan selembar rekomendasi kepada badan usaha manapun. Dia menjelaskan, MUI perlu memverifikasi penyelenggaran MLM syariah umrah itu sebelum mengeluarkan rekomendasi.

’’Syarat atau ketentuan MLM syariah untuk umrah itu banyak sekali dan harus dipenuhi semuanya,’’ kata dia. Ma’ruf menjelaskan, pihaknya pernah mengeluarkan dua lembar rekomendasi untuk dua badan usama MLM syariah umrah, tetapi akhirnya rekomendasi dicabut.

Pihak MUI menegaskan, pemberlakuan untuk MLM haji dan umrah memang berbeda. MLM haji hingga sekarang belum keluar label halal, karena berurusan dengan kuota. Di antara alasan tidak mengeluarkan label halal untuk MLM haji adalah, kuota haji sangat terbatas dan ditangani oleh pemerintah, sehingga rentan terjadi praktik penipuan, karena tidak ada jaminan bagi peserta MLM haji untuk mendapatkan kursi haji.

Sebaliknya, kuota untuk umrah tidak terbatas dan tidak diatur oleh pemerintah, sehingga peserta MLM umrah hampir bisa dipastikan akan tetap berangkat dan kecil sekali menjadi korban penipuan.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Din: Aparat & Pemerintah Lamban Merespons Krisis Papua

Din: Aparat & Pemerintah Lamban Merespons Krisis Papua

Mahasiswa Al Azhar dan WNI Deklarasikan “Relawan Prabowo-Hatta”

Mahasiswa Al Azhar dan WNI Deklarasikan “Relawan Prabowo-Hatta”

Psikolog: Pengaruh LGBT Incar Anak di Bawah Umur

Psikolog: Pengaruh LGBT Incar Anak di Bawah Umur

Konsep Pendidikan Islam Justru Menyelamatkan

Konsep Pendidikan Islam Justru Menyelamatkan

Polri Diminta Cabut Izin Perayaan Idul Ghodir Syiah

Polri Diminta Cabut Izin Perayaan Idul Ghodir Syiah

Baca Juga

Berita Lainnya