Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Yusril Ihza Mahendra: Indonesia Mudah Sekali Tunduk Pada Asing

Untuk menguasai kekayaan alam Indonesia, dulu Belanda susah. Sekarang mudah
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kondisi perekonomian dan pembuatan perundang-undangan Indonesia dinilai sarat dan dikuasai oleh kepentingan asing. Hal ini disampaikan Pakar Hukum Tata Negara dan mantan Menteri Hukum dan HAM, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra saat mengisi kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa dan alumni fakultas hukum Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (16/02/2013).

“Kita ini negara kaya tapi mau dibodohi terhadap negara lain. Kita mudah sekali tunduk pada asing,” ujar mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Kabinet Gotong Royong ini.

Sekarang ini,  negara asing mudah saja menjajah Indonesia. Hanya dengan mengakuisisi aset sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, pihak asing bisa memiliki kekayaan alam Indonesia, katanya.

“Padahal dulu, tentara Belanda untuk menguasai kekayaan alam Indonesia saja sangat susah, harus korbankan nyawa, harta dan lain-lain,” tambahnya.

Ia mencontohkan pada saat Boediono menjadi Menteri Perekonomian, ia selalu mempertanyakan kenapa Undang-undang Penanaman Modal Asing tidak disahkan oleh DPR.

Ia  mencium ketidak-beresan pada Undang-undang itu yang dinilainya sarat dengan kepentingan asing.

Selain itu Yusri juga mengkritik mahasiswa hukum yang sekarang sudah jarang menggali dan mengkaji warisan khasanah pemikiran bangsanya sendiri.

“Sekarang ini jarang ada mahasiswa yang menggali dan mengkaji pemikiran sistem ketatanegaraan kerajaan-kerajaan lokal Nusantara,” kritiknya.

Akibatnya, kata Yusril, banyak sarjana asing dengan khasanah pemikiran bangsanya sendiri.
Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) ini dalam kesempatan tersebut juga berpesan agar segala persoalan-persoalan hukum, ekonomi dan lain-lain tidak bisa dititipkan pada bangsa lain tapi harus diselesaikan sendiri.*

Rep: Sarah Chairunisa
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Askar Kauny akan Cetak 100 Duta Guru Tahfizh se-Indonesia

Askar Kauny akan Cetak 100 Duta Guru Tahfizh se-Indonesia

PBNU Gelar Dialog Pemikiran Hukum Islam

PBNU Gelar Dialog Pemikiran Hukum Islam

Ketum DPP Hidayatullah: “Trump Harus Menghitung Ulang Keputusannya”

Ketum DPP Hidayatullah: “Trump Harus Menghitung Ulang Keputusannya”

Ketua MPR Terima Delegasi Pejuang Moro

Ketua MPR Terima Delegasi Pejuang Moro

Pakar HAM: Definisi Teroris Masih Liar, Tak Ada Kesepakatan Dunia

Pakar HAM: Definisi Teroris Masih Liar, Tak Ada Kesepakatan Dunia

Baca Juga

Berita Lainnya