Kamis, 20 Januari 2022 / 16 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Di Indonesia, Komunis Gaya Baru Bonceng Isu HAM, Demokrasi dan Kemiskinan

Spanduk kewaspadaan Komunis Gaya Baru (KGB)/foto: detik
Bagikan:

Hidayatullah.com—Adanya sinyalemen kebangkitan komunis gaya baru (KGB) sudah dinilai sudah banyak terlihat. KGB dinilai telah memanfaatkan dan membonceng masalah Hak Asasi Manusia (HAM) dan demokrasi. Demikian jelas mantan Ketua umum PB NU KH Masyim Muzadi pada acara “Sinyalemen Kebangkitan Kembali Gerakan Komunisme di Indonesia”, Selasa (12/02/2013) yang juga menghadirkan Ketua Mahkamah konstitusi Mahfudz MD, Jenderal Pol Anton Tabah dan budayawan Taufiq Ismail.

“Sekarang ini, gerakan itu masuk melalui ide, tidak seperti Gerakan 30 September (G30/PKI) dulu, dan jika dulu menggunakan revolusi sekarang ini komunis menumpang HAM, apalagi di Indonesia HAM ini tidak jelas jenis kelaminnya,” ujarnya.

Sementara itu, budayawan Taufiq Ismail mengingatkan, kelompok komunis sudah tiga kali mencoba merebut kekuasaan. Dan selepas reformasi mereka berusaha bangkit dengan berbagai cara.

Ia meminta masyarakat mewaspadai munculnya KGB. Kelompok KGB ini selalu mendesak pemerintah agar meminta maaf atas tragedi 1965 dengan segala daya upaya.

Senada dengan Taufiq Ismail, Jenderal Pol Anton Tabah, mengatakan, saat ini komunisme telah memanfaatkan euforia reformasi, isu HAM dan demokrasi, serta menumpang isu kemiskinan dan kebodohan.

“Kita harus mewaspadai tujuh radikalisasi yang bisa ditumpangi oleh kaum komunis. Yakni radikalisasi kebebasan, radikalisasi HAM, radikalisasi ekonomi, radikalisasi politik, radikalisasi ideologi, radikalisasi demokrasi, serta radikalisasi agama,” kata Anton.

Sebelumnya, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan, meski ideologi komunis dilarang di Indonesia, namun orang yang menganut paham ini belum bisa dijerat dengan hukum. Karenanya, dia meminta adanya Undang-undang (UU) terkait ideologi komunisme yang harus memasukkan aspek sanksi hukum dengan tegas.*

Rep: Akbar Muzakki
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ormas Islam Aceh Dukung Syariat Islam dalam Kasus di Langsa

Ormas Islam Aceh Dukung Syariat Islam dalam Kasus di Langsa

Jumat, Umat Islam Apel Siaga Tuntut Pembubaran Ahmadiyah

Jumat, Umat Islam Apel Siaga Tuntut Pembubaran Ahmadiyah

Takbir keliling, Menag Yaqut

MUI Tegaskan Takbiran Keliling Tidak Boleh Dilarang

Ustadz: Petasan Membuat Anak Tidak Kreatif

Ustadz: Petasan Membuat Anak Tidak Kreatif

Lembaga Penanggulangan Bencana MUI

Indonesia Terindikasi Tak Berdaulat Pangan jika Impor Beras

Baca Juga

Berita Lainnya