Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Prioritaskan Jamaah Haji Lansia, Pola Pelayanan Kesehatan Diubah

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintah akan meningkatkan pola pelayanan kesehatan jamaah haji pada musim haji 2013 terkait kebijakan Kementerian Agama (Kemenag) memprioritaskan jamaah haji lanjut usia (lansia). Peningkatan pelayanan kesehatan ini karena jamaah lansia memiliki karakter kondisi kesehatan yang lebih komplek.

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kemenag Anggito Abimanyu mengatakan, kebijakan memprioritaskan jamaah haji lansia itu sudah bulat. Pemerintah bakal memberikan ruang lebih besar bagi jamaah berusia 83 tahun lebih yang sudah terdaftar.

”Pastinya segala persiapan untuk mendukung pelayanan haji lansia menjadi prioritas pula, mulai dari pelayanan kesehatan, transportasi, pemondokan dan lainnya,” ujarnya di kantornya, Jakarta, Rabu (6/2/2013).

Menurutnya, pelayanan kesehatan bagi jamaah pun nanti perlu ada penyesuaian. Dengan lebih mempersiapkan model pelayanan kesehatan bagi haji lansia. Tidak lagi disamakan seperti haji lainnya yang lebih muda usianya. Alasannya, persoalan kesehatan jamaah lansia itu bakal lebih komplek. Ditambah lagi kondisi cuaca di tanah suci yang cenderung ekstrem bagi jamaah.

”Kemenag sudah melakukan dialog dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ini berkaitan model kesehatan yang perlu disusun untuk mendukung kebijakan tersebut,” papar pejabat yang hobi bermain fluet itu, dilansir JPNN.

Dia memastikan model kesehatan yang bisa dibutuhkan bagi jamaah lansia lebih diketahui Kemenkes, mulai dari profesi dokter spesialis yang perlu dilibatkan sampai pada fasilitas kesehatan yang dibutuhkan.

Kemenag, kata dia, memberikan informasi terhadap karakter jamaah yang bakal diberangkatan, termasuk jumlah, asal daerah, dan rentang usia yang berangkat. Itu sebagai bahan analisa terhadap penyusunan model kesehatan. ”Pastinya dokter yang dikirim itu harus memahami penyakit lansia. Kemenag bakal mendukung upaya yang dilakukan Kemenkes,” imbuhnya.

Selain meminta dukungan model pelayanan kesehatan, Anggito pun berharap Kemenkes dapat mengirimkan petugas kesehatannya lebih banyak. Karena memang beban persoalan kesehatan menjadi sangat serius bagi jamaah.

Jumlah dokter yang dilibatkan perlu terus ditambah. Bukan hanya dari kuantitas dan kualitasnya saja, tapi juga perlu dari keragaman spesialis kedokteran. Ini agar berbagai penyakit yang kerap dialami jamaah bisa tertangani baik.

Berapa total jamaah haji lansia yang bisa diberangkatkan? Anggito belum dapat memastikan karena secara total jamaah lansia masih perlu dihitung lebih dulu. Hanya saja jamaah haji lansia yang sudah mendaftar tercatat sekitar 2.500-3.000 jamaah.

”Jamaah haji lansia itu harus ada pendamping, dan yang pasti sudah melunasi biaya hajinya,” ucap dia.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Beta Takut untuk Kembali!

Beta Takut untuk Kembali!

Kemenag Siapkan Layanan Publik Berbasis Teknologi Informasi

Kemenag Siapkan Layanan Publik Berbasis Teknologi Informasi

FAAS Jawa Timur Desak Polri Tindak Tegas Para Pelaku Pembakaran Masjid Tolikara

FAAS Jawa Timur Desak Polri Tindak Tegas Para Pelaku Pembakaran Masjid Tolikara

Ditanya Apa Ada Usaha ‘Memecah Suara Umat’ dalam Kasus Ahok, Jokowi Jawab Revolusi Mental

Ditanya Apa Ada Usaha ‘Memecah Suara Umat’ dalam Kasus Ahok, Jokowi Jawab Revolusi Mental

Syariat Islam Tekan Jual Beli Peradilan

Syariat Islam Tekan Jual Beli Peradilan

Baca Juga

Berita Lainnya