Ahad, 28 Maret 2021 / 15 Sya'ban 1442 H

Nasional

Anggota DPR: Buku Pelajaran Kurikulum Baru jangan Asal Jadi

pembuatan buku pelajaran kurikulum baru yang sudah diajukan anggarannya 1 triliun lebih
Bagikan:

Hidayatullah.com— Anggota Komisi X DPR RI, Herlini Amran  mengatakan, meski sampai saat ini Panitia Kerja (Panja)  Kurikulum masih berjalan, namun pemerintah melalui  Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) diharapkan menyiapkan buku pelajaran kurikulum dengan hati-hati dan cermat dan tidak asal jadi.

“Saya minta Kemendikbud untuk menjaga kualitas buku penunjang Kurikulum Baru.  Jika Mendikbud tetap memaksakan kehendaknya untuk tetap melaksanakannya walaupun sampai saat ini Panja Kurikulum masih berjalan. Jangan sampai Kemendikbud mengabaikan kualitas buku pelajaran, mengingat singkatnya waktu untuk penulisan buku dan penyiapan dummy-nya,” demikian kata Herlini Amran dalam rilisnya yang dikirim ke hidayatullah.com, Rabu (29/01/2013).

Legislator perempuan dari Partai Keadilan Sejahtera itu meminta Kemendikbud untuk jangan sampai membuat sesuatu karena permasalahan ‘kejar tayang’

“Pengamatan saya selama ini, Kemendikbud belum memiliki pengalaman mencetak buku untuk memenuhi kebutuhan siswa dan guru secara nasional. Seringkali buku terbitan pemerintah ini hanya jadi pajangan di perpustakaan, jarang dijadikan rujukan utama para siswa maupun guru. Alasannya klasik, kurang menarik dan bobotnya kalah dibanding buku-buku terbitan swasta,” ujarnya.

Herlini menghawatirkan  jika dalam 2 bulan waktu untuk melakukan penyusunan buku pelajaran kurikulum 2013 bisa memenuhi standar ideal. Padahal menurutnya, idealnya penyusunan buku berkualitas memerlukan 6 hingga 8 bulan sampai layak terbit. Belum lagi jika muncul usulan perombakan materi buku di tengah jalan

“Konsepsinya saja belum disetujui Panja Komisi X DPR RI. Selain masih menuai kritikan pakar dan praktisi pendidikan di tanah air,” ujarnya mengutip pendapat Direktur Politeknik Media Kreatif Jakarta, Bambang Wasito Adi saat Rapat Dengar Pendapat di Ruang Rapat Komisi X DPR RI , Senin (28/1/2013).

Karena itu, Herlini menyarankan kepada Kemendikbud  agar rencana pengadaan buku ini Jangan tergesa-gesa.

“Jangan sampai kecurigaan publik selama ini benar terjadi, bahwa kurikulum baru tidak lebih dari proyek buku baru,” ujarnya.

Herlini juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pelaksanaan proyek pembuatan buku pelajaran kurikulum baru yang sudah diajukan anggarannya 1 triliun lebih.

“Anggaran sebesar itu memang layak dikritisi. Saya pribadi memandang, di era digital ini semestinya Kemendikbud memaksimalkan metode pembelajaran media digital, kenapa masih merepotkan penerbitan buku? Sayangya, Pak Menteri menyatakan transisi pada buku sekolah elektronik (BSE) sebagai program buku murah dari pemerintah,” ajak herlini.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Revisi UU ITE kebebasan

Komnas HAM: Persekusi #2019GantiPresiden Melanggar HAM  

Hakim MK: UU Nasional Sudah Banyak Menyerap Hukum Islam

Hakim MK: UU Nasional Sudah Banyak Menyerap Hukum Islam

Musyawarah dan Mufakat Dikesampingkan, Demokrasi Hancur

Musyawarah dan Mufakat Dikesampingkan, Demokrasi Hancur

Delegasi Dagang AS Datangi Kemenag soal UU Produk Halal

Delegasi Dagang AS Datangi Kemenag soal UU Produk Halal

Tolak Perppu Ormas, FPKS Tegaskan Cinta NKRI, Pancasila, dan Konstitusi

Tolak Perppu Ormas, FPKS Tegaskan Cinta NKRI, Pancasila, dan Konstitusi

Baca Juga

Berita Lainnya