Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

PBB Sebutkan Ada Penyiksaan Sistematis di Penjara Afghanistan

tahanan polisi meningkat dari 35% menjadi 43% dibandingkan satu tahun sebelumnya
Bagikan:

Hidayatullah.com–PBB mengatakan penyiksaan masih merupakan praktek yang banyak terjadi di penjara-penjara Afghanistan, lebih dari satu tahun setelah masalah itu pertama diangkat.

Dikutip BBC, para penyelidik PBB menyatakan bukti menunjukkan penyiksaan secara sistematis terjadi di enam tempat penahanan polisi termasuk penjara badan intelijen Afghanistan.

Lebih dari setengah dari 635 tahanan yang diwawancara penyelidik PBB mengatakan mereka diperlakukan secara buruk atau disiksa.

Pemerintah Afghanistan mengatakan klaim penyiksaan itu dibesar-besarkan, kata wartawan BBC di Kabul, Quentin Sommerville.

Pasukan NATO di Afghanistan, ISAF, menghentikan transfer tahanan ke tempat penahanan yang disebutkan dalam laporan PBB itu.

Alat kejut listrik

Laporan – yang disusun oleh Misi Bantuan PBB di Afghanistan (Unama)- dipusatkan pada tahanan di sejumlah fasilitas yang dijalankan oleh polisi nasional dan daerah serta badan intelijen, NDS, dari bulan Oktober 2011 sampai Oktober 2012.

Laporan itu menyebutkan ada 14 metode penyiksaan yang digunakan, termasuk pemukulan, ancaman eksekusi dan penyiksaan seksual.

Sejumlah tahanan disiksa dengan alat kejut listrik agar mengaku atau memberikan informasi yang diperlukan.

Jumlah insiden dalam tahanan polisi meningkat dari 35% menjadi 43% dibandingkan satu tahun sebelumnya.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Jangan Kaitkan Terorisme dengan Islam

Jangan Kaitkan Terorisme dengan Islam

Hari Ini Diprediksi Seluruh Peserta Munas Tiba

Hari Ini Diprediksi Seluruh Peserta Munas Tiba

Presiden: Indonesia Harus Jadi Bangsa Rasional

Presiden: Indonesia Harus Jadi Bangsa Rasional

Yusril Puji Majelis Hakim Vonis Bebas Alfian Tanjung

Yusril Puji Majelis Hakim Vonis Bebas Alfian Tanjung

Pemda Cilacap tetap Gelar Sedekah Laut, meski Umat Islam Protes

Pemda Cilacap tetap Gelar Sedekah Laut, meski Umat Islam Protes

Baca Juga

Berita Lainnya