Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Muzzamil Yusuf: Korban Densus 88 Silahkan Mengadu ke Komisi III DPR RI

Muzzamil Yusuf : Kali ini kesalahan Densus 88 sangat vital!
Bagikan:

Hidayatullah.com–Komisi III DPR RI sangat menyayangkan sikap kepolisian yang mempersulit pengembalian korban penembakan  terduga dalam kasus terorisme oleh Detasemen Kusus Antiteror (Densus) 88. Menurut Wakil Ketua Komisi III Al Muzzammil Yusuf, sikap pihak Densus 88 tersebut sudah menyalahi prosedur dan melanggar nilai-nilai kemanusiaan. Muzzamil bahkan berjanji akan memanggil Kapolri untuk meminta penjelasan.

“Pihak keluarga korban penembakan Densus 88 silahkan mengadu ke DPR RI Komisi III, kami tunggu,” jelasnya kepada hidayatullah.com, hari Sabtu (19/07/2013) di Jakarta.

Muzzamil sendiri mengaku baru mendengar tentang fakta-fakta terbaru. Selama ini menurutnya, Komisi III selalu mendapat laporan berbeda terkait program pemberantasan terorisme.

“Jenazah itu adalah hak keluarga, kalau bisa Senin (21/01/2013) mereka mengadu ke Komisi III, secepatnya biar bisa kami proses,” tegasnya lagi.

Selain masalah sulitnya pengembalian jenazah oleh Muzzamil juga mengkritis pola kerja Densus 88 yang main asal tembak. Muzzamil berjanji akan menanyakan ke pihak kepolisian apakah Densus 88 sudah bekerja sesuai prosedur.

“Jika memang melanggar salah satu UU atau aturan prosedur, maka kesalahan Densus 88 ini sangat vital dan harus ditindak lanjuti,” jelasnya lagi.

Sebelum ini, Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) sempat mempertanyakan sikap Densus 88 yang dikabarkan tidak mau mengembalikan jenazah korban tembak mati. Menurut juru bicara JAT, Son hadi, sikap ini dinilai telah menimbulkan kesedihan bagi pihak keluarga.

“Ini sangat dzalim dan sangat merugikan pihak keluarga,”jelas Son Hadi saat konferensi pers di markas JAT Jakarta Selatan, hari Jum’at (18/01/2013).

Menurut Son Hadi, saat ini ada 7 orang jenazah korban salah tembak densus 88 yang belum dikembalikan ke keluarganya. Mereka antara lain; Kholil, Al Musuah,  Bachtiar, Anas, Roy hingga Andi  belum mau dipulangkan ke keluarganya.

“Padahal sekarang sudah 3 minggu jenazah mereka sembunyikan,” tambah Son Hadi.
Son Hadi berharap MUI, MIUMI dan ormas-ormas Islam membula mata untuk membela hak keluarga korban. Terlebih Son Hadi meminta penegakan keadilan yang fair terhadap kasus terorisme.*

Rep: Thufail Al Ghifari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

DPR: Darurat Sipil Tidak Diperlukan Hadapi Virus

DPR: Darurat Sipil Tidak Diperlukan Hadapi Virus

10 Ribu Ton Beras akan Dilayarkan dari Indonesia ke Palestina

10 Ribu Ton Beras akan Dilayarkan dari Indonesia ke Palestina

Kaum Muslim Mulai Menggeliat di Raja Ampat

Kaum Muslim Mulai Menggeliat di Raja Ampat

Wahdah Dukung 10 Kreteria “Sesat” MUI

Wahdah Dukung 10 Kreteria “Sesat” MUI

Ajukan Banding, Ditahan di Rutan Cipinang, Jabatan Ahok akan Diganti Djarot

Ajukan Banding, Ditahan di Rutan Cipinang, Jabatan Ahok akan Diganti Djarot

Baca Juga

Berita Lainnya