Ahad, 17 Oktober 2021 / 11 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

CIR Kritik Dahlan Iskan Tak Serius dalam Proyek Mobil Listrik

Bagikan:

Hidayatullah.com–Center for Indonesian Reform (CIR) mengapresiasi sikap Danet Suryatama, perancang mobil listrik nasional yang menilai dikecewakan perlakuan semena-mena Dahlan Iskan.

“Visi Danet sejajar dengan B.J. Habibie, dia rancang mobil listrik super canggih agar bangsa lain tak remehkan karya asli Indonesia. Dari situ nanti, proyek mobil listrik nasional yang murah untuk rakyat punya legitimasi profesional. Bahkan, yang dibutuhkan sebenarnya adalah transportasi publik murah dengan energi ramah lingkungan dan terbarukan,” ujar Sapto Waluyo, Direktur Eksekutif CIR.

Sapto mengaku mengenal Danet sejak bekerja di Daimler-Chrysler sebagai teknisi/desainer otomotif yang berdedikasi. Dia mau balik ke Indonesia, antara lain tertarik dengan program mobil nasional.

Dalam rilis resmi  ElektrikCar yang dikrim ke CIR, Danet menyebut modifikasi rem vacuum pump bisa berakibat fatal. Sementara Dahlan berkesimpulan pasca uji coba yang nekad, perlunya gearbox.

Karenanyam CIR mengkritik keras sikap arogan Dahlan Iskan yang mengabaikan pelanggaran hak cipta mobil listrik Tucuxi.

Bahkan, Dahlan yang berfilosofi menyesatkan: pelanggaran (uji coba tanpa prosedur dan abaikan UU lalu lintas) bukan kejahatan.

“Kita prihatin dengan kecelakaan yang terjadi, tapi itu karena kesalahan tim Dahlan sendiri yang mengotak-atik mesin dan melakukan uji coba tanpa persiapan standar. Tucuxi itu kan baru prototipe, ada perjanjian dalam proses jual-belinya (yang diabaikan Dahlan, red), sehingga tidak bisa dibongkar dan dimodifikasi sepihak. Kita lebih mencemaskan perkembangan proyek mobil listrik yang disebut ‘program nasional’, karena ternyata orang sekelas Meneg BUMN tidak menghormati inovasi teknologi,” ujar Sapto.

Pengamat politik UI Yon Mahmudi, turut mengkritisi. “Dalam konteks itu, Dahlan bertindak selaku pembeli, penguji dan penilai produk teknologi sekaligus. Semua itu dilakukan dengan inisiatif sendiri, tapi amatiran. Apa itu tupoksi Menneg BUMN? Mengapa pengujian produk unggulan tidak diserahkan Kementerian Perhubungan atau Kemenristek? Itu merusak kredibilitas Dahlan yang saat ini digadang-gadang sebagai bakal Capres,” jelas Yon Mahmudi.

Gaya Dahlan, yang pada mulanya dinilai sebagai terobosan, karena rakyat sudah bosan dengan birokrasi berbelit-belit dan koruptif. Kini dinilai makin hari terlihat kebablasan.

“Dahlan mau keluar dari suatu sistem lama, tapi tak serius membangun sistem baru yang lebih solid dan menghargai profesionalitas. Proyek mobil listrik ini kan serius, Presiden yang akan meluncurkan dan promosi perdananya mungkin akan digunakan para tamu kehormatan dalam momen APEC di Bali, November 2013. Mengapa proses uji coba dilakukan serampangan? Dahlan ingin mensukseskan atau menggagalkan program itu di tengah jalan?”, ungkap Sapto mempertanyakan motif tersembunyi Dahlan di balik beragam manuver yang keluar dari tugas utamanya selaku Menneg BUMN.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Fatwa MUI “Ibadah Saat Covid-19 Mewabah” sebagai Panduan

Fatwa MUI “Ibadah Saat Covid-19 Mewabah” sebagai Panduan

Revisi UU ITE, Menkopolhukam Bentuk 2 Tim

Revisi UU ITE, Menkopolhukam Bentuk 2 Tim

BSMI Akan Berangkat ke Myanmar

BSMI Akan Berangkat ke Myanmar

Soal LGBT, HNW Harap DPR Percepat Revisi KUHP

Soal LGBT, HNW Harap DPR Percepat Revisi KUHP

Sambut Tahun Baru 2016, MUI:  Hindari Tabdzir dan Hedonisme

Sambut Tahun Baru 2016, MUI: Hindari Tabdzir dan Hedonisme

Baca Juga

Berita Lainnya