Ahad, 14 Februari 2021 / 2 Rajab 1442 H

Nasional

Jalal: Perbedaan Diharapkan jadi Rahmat

Jalal: “Perbedaan selalu ada" /foto tempo
Bagikan:

Hidayatullah.com–Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Selasa (11/12/2012) menggelar kuliah umum. Hadir dalam acara tersebut sebagai narasumber tunggal, Dr. Jalaludin Rahmat, Ketua Dewan Syura Iakatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI), sebuah organisasi Syiah, menyebutkan perbedaan sebagai sebuah rahmat.

“Perbedaan selalu ada, yang terbaik adalah saling menghormati, karena perbedaan adalah rahmat,” ujarnya dalam kuliah tersebut pada, Selasa 11 Desember 2012 di Ruang Teatrikal Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Jalaludin mengatakan, saat ini kita dihadapkan ke dalam dunia ilmiah, tidak seperti dulu, sering masih terbatas pada pendapat. Menurut dia, segala sesuatu membutuhkan dasar yang kuat, supaya bisa dinilai dan berbobot, katanya.

Dalam kuliah ini, banyak menyoroti permasalahan perbedaan paham antara aliran Sunni dan Syi’ah di Indonesia secara khusus. “Di dalam tubuh Sunni juga ada berbagai perbedaan, begitu juga di dalam syi’ah sendiri pun ada perbedaan. Perbedaan yang hakiki yang perlu dibicarakan,” ujar Jalaludin.

Ia mengatakan, jika ada yang bilang orang Syi’ah memiliki kitab al-Qur’an sendiri (berbeda dengan al-Qur’an orang Sunni) maka itu hanya ada dalam cerita. “Al-Qur’an Sunni sama juga dengan al-Qur’annya orang Syi’ah, imbuhnya.

Salah satu yang menjadi perbedaan Sunni dan Syi’ah adalah dalam menyangkut pemahaman sahabat Nabi (khulafa al-Rasyidin). Menurut dia, hal ini merupakan pilihan seseorang muslim.
Apakah mau mengikuti Nabi dengan cara mencontoh/meyakini para sahabat Nabi tersebut, atau ahlu al-bait (Ali bin Abi Thalib). Itu merupakan pilihan, tergantung mau milih yang mana. Itu yang merupakan perbedaan yang menjadi rahmat, katanya.

Berbeda Akidah

KH Kholil Ridwan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengatakan akidah Sunni dan Syiah sangatlah berbeda. Ia juga mengatakan sangat keliru jika perbedan Sunni-Syiah disebut hanya perbedaan mahzab.

Karenanya, ia mengajak  masyarakat melakukan sosialisasi bahwa Sunni-Syiah itu  memiliki akidah berbeda dengan Islam. [baca: MUI Pusat Sulit Keluarkan Fatwa Syiah Sesat karena Ada Penyusupan]

“Jangan menyerah, teruskan perjuangan bongkar semua kesesatan Syiah,” tambahnya dalam acara Forum Indonesia Peduli Suriah di kantor DDII Jakarta Selasa, (11/12/2012) kemarin.*/Muhsin (Jogja), Thufail (Jakarta)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Az Zikra: Cara Allah Menampak Para Petinggi Syiah Keluar Ke Publik

Az Zikra: Cara Allah Menampak Para Petinggi Syiah Keluar Ke Publik

Mahendradatta: Majelis Hakim Bisa Vonis Ahok Lebih Berat dari Tuntutan JPU

Mahendradatta: Majelis Hakim Bisa Vonis Ahok Lebih Berat dari Tuntutan JPU

Besok, Deklarasi ‘Gerakan Indonesia Sholat Shubuh’ di Masjid Agung Al-Azhar Jakarta

Besok, Deklarasi ‘Gerakan Indonesia Sholat Shubuh’ di Masjid Agung Al-Azhar Jakarta

Din Syamsuddin Terpilih Lagi Sebagai Presiden ACRP

Din Syamsuddin Terpilih Lagi Sebagai Presiden ACRP

Polisi Akan Periksa Anies Terkait Acara Pernikahan Putri Habib Rizieq

Polisi Akan Periksa Anies Terkait Acara Pernikahan Putri Habib Rizieq

Baca Juga

Berita Lainnya