Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Dari Lembaga Bahasa Arab Kini jadi Ilmu Syariah Terbaik di Indonesia

Alumni LIPIA hendaknya mendakwahkan pentingnya al-Qur'an dan as-Sunnah
Bagikan:

Hidayatullah.com–Para lulusan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) diharap menjadi agen perubahan dan pengajar yang baik untuk umat Islam di Indonesia.

Demikian nasihat Rektor Universitas Imam Muhammad bin Saud, Prof. Sulaiman bin Abdullah Abal Khail kepada lebih dari 600 lulusan LIPIA pada acara wisuda sarjana S1 LIPIA angkatan 30, 31, 32, 33 di Jakarta, Kamis (06/12/2012).

Sulaiman menegaskan, lulusan LIPIA hendaknya mendakwahkan pentingnya al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai pedoman hidup.

“Seperti hadits Nabi, telah aku tinggalkan untuk kalian dua perkara, engkau tidak akan tersesat selamanya, (yakni) al-Qur’an dan as-Sunnah,” imbuhnya.

Sulaiman juga meminta para lulusan agar mengamalkan ilmunya. katanya, ilmu akan dipertanyakan di akhirat kelak. Di mana saat itu harta dan keluarga tidak bermanfaat sedikitpun.

Salah satu wisudawan, Ade Nurhayat mengamini nasihat Prof. Sulaiman. Katanya, ilmu yang tidak diamalkan dan didakwahkan artinya ilmu itu tidak bermanfaat.

LIPIA didirikan di Jakarta pada tahun Jumada Ula 1400 H (1980) dengan nama Lembaga Pengajaran Bahasa Arab (LPBA) sebagai cabang Universitas Imam Muhammad bin Saud di Riyadh, Arab Saudi. Pada 1406 H / 1986 M, LPBA berubah nama menjadi LIPIA seiring dengan bertambahnya jurusan di lembaga itu.

Sejumlah lulusan LIPIA menjadi pejabat tinggi di Indonesia seperti Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua DPR Anis Matta, dan lainnya.*

 

Rep: Surya Fachrizal Ginting
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ketimpangan Harga di Jawa-Papua, Jokowi: Belum Ketemu Jurus Mengatasinya

Ketimpangan Harga di Jawa-Papua, Jokowi: Belum Ketemu Jurus Mengatasinya

Hargai Waktu, Jangan Abaikan Akhiratmu

Hargai Waktu, Jangan Abaikan Akhiratmu

Ulama Dilecehkan, Ormas Islam dan Pesantren Mulai Beraksi

Ulama Dilecehkan, Ormas Islam dan Pesantren Mulai Beraksi

10 Kriteria Aliran Sesat Menurut MUI

10 Kriteria Aliran Sesat Menurut MUI

Awas! “Ghibahtainmen” Marak Kembali

Awas! “Ghibahtainmen” Marak Kembali

Baca Juga

Berita Lainnya