Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ada Peran Indonesia dalam Keberhasilan Palestina di PBB

Menlu RI Marty Natalegawa.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Keberhasilan Palestina disahkan menjadi Negara Peninjau di PBB, Kamis (29/11/2012) di New York, tidak terlepas dari peran Indonesia. “Indonesia bukan hanya mendukung, tetapi ikut memprakarsai resolusi tersebut dengan beberapa negara lainnya, sebagai ko-sponsor,” kata Menlu RI Marty Natalegawa, Jumat (30/11/2012).

Resolusi Majelis Umum PBB yang mengesahkan Palestina sebagai Negara Peninjau didukung oleh 138 negara, dengan 9 negara menolak dan 41 negara mengambil posisi abstain. Presiden Mahmoud Abbas datang langsung ke Markas Besar PBB di New York untuk menyampaikan keinginan Palestina tersebut menjadi Negara Peninjau.

“Pengesahan Palestina menjadi Negara Peninjau di PBB memiliki simbol politik yang sangat penting dalam diplomasi,” tambah Marty.

Dengan pengesahan tersebut, Palestina diakui sebagai negara oleh masyarakat internasional dan memiliki hak untuk berperan aktif dalam seluruh organ PBB.

Dalam pernyataan yang disampaikan Menlu RI pada kesempatan pertemuan tersebut, Indonesia menegaskan sekali lagi bahwa masyarakat internasional harus mengambil langkah nyata bagi upaya mewujudkan hak-hak rakyat Palestina  untuk  merdeka  dan  berdaulat.

“Waktunya telah tiba bagi masyarakat Internasional untuk melakukan tindakan yang benar. Dunia tidak boleh lagi menutup mata terhadap penderitaan rakyat Palestina yang telah berlangsung lama,” tegas Marty, dalam siaran persnya yang dilansir Rakyat Merdeka.

Indonesia menyampaikan bahwa meskipun terdapat berbagai rintangan yang besar oleh kekuatan penjajah, rakyat Palestina telah membangun dan memiliki kemampuan untuk berperan sebagai sebuah negara. Untuk itu, tidak ada alasan masyarakat internasional menolak permohonan Palestina menjadi Negara Peninjau. Bahkan Indonesia juga menyampaikan agar aplikasi Palestina menjadi anggota penuh PBB dapat segera terwujud.

“Keanggotaan Penuh Palestina di PBB sesuai dan konsisten dengan visi “two-State solution,” ucap Marty.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga menekankan pentingnya dimulainya kembali proses perdamaian dan penciptaan kondisi yang kondusif untuk memulai kembali proses perundingan damai, termasuk dihentikannya pembangunan pemukiman Israel yang tidak sah dan penghukuman kolektif yang tidak berperikemanusiaan.

Di saat yang sama Indonesia juga menegaskan arti penting dialog yang dilakukan di antara rakyat Palestina.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Pelayanan Transportasi Haji di Mekkah Ditiadakan

Pelayanan Transportasi Haji di Mekkah Ditiadakan

Pemalsuan Buku Nikah

PMA Biaya Nikah dan Rujuk Sudah Terbit

Pesan Politikus: Kalah Menang Pemilu, Tetap Jaga Silaturahim

Pesan Politikus: Kalah Menang Pemilu, Tetap Jaga Silaturahim

Dosen UIKA Bogor Raih Best Paper Award di Ajang Internasional Conference

Dosen UIKA Bogor Raih Best Paper Award di Ajang Internasional Conference

MUI: Jika Covid-19 Tidak Terkendali, Shalat Id Ditiadakan

MUI: Jika Covid-19 Tidak Terkendali, Shalat Id Ditiadakan

Baca Juga

Berita Lainnya