Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Nasional

Indonesia Desak Myanmar Akui Warga Rohingnya

Hayono Isman.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Delegasi DPR RI dalam Dialog Antaragama Parlemen Internasional di Nusa Dua, Bali, mendesak Myanmar segera menyelesaikan masalah muslim Rohingnya.

“Dalam dialog tadi, mereka (parlemen Myanmar) berjanji akan mendorong pemerintahnya segera mengakui warga Rohingnya sebagai warga negara Myanmar. Dan semestinya kalau sudah disepakati demikian, tolong segera diwujudkan,” kata Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSPA) Hayono Isman di Nusa Dua, Jumat (23/11/2012).

Dia berharap Pemerintah Myanmar dapat berubah dan menerima warga Muslim Rohingnya itu sebagai bagian dari mereka, karena negara itu adalah tempat kelahiran mereka.

Sementara itu, dua wakil anggota Parlemen Myanmar, Aung Kyaing dan Nang Khen Pou, menyatakan bahwa konflik antaretnis Rakhine dan Bangales bukanlah peristiwa yang diinginkan oleh masyarakat etnis tersebut dan warga Myanmar.

Mereka menjelaskan bahwa otoritas Rakhine telah melakukan segala cara menciptakan perdamaian dan ketenangan di kawasan tersebut.

Bahkan, parlemen Myanmar dengan tegas menyebut Rakhine sebagai negara bagian dan konflik Rohingnya tidak pernah terjadi di negara Myanmar.

“Rohingnya bahkan tidak pernah ada di suku etnis Myanmar,” kata Neng Khen Pau, dalam berita Antara.

Dia juga menjelaskan bahwa situasi di Rakhine bukanlah isu terkait rasisme atau pun agama, melainkan kekerasan yang terjadi antara dua etnis dengan suku dan keyakinan berbeda.

“Jika itu disebut sebagai isu ras atau keagamaan, bentrok antarkelompok dengan berbeda agama akan terjadi juga di daerah lain di Myanmar,” katanya.

Dia mengaku Myanmar sangat mengedepankan toleransi beragama antara Budha, Kristen, Islam, dan Hindu.

“Semua organisasi Islam di Myanmar telah secara jelas mengutuk kekerasan yang terjadi di Rakhine. Bahkan, warga Muslim Myanmar menyatakan bahwa mereka harus melindungi kedaulatan bangsa,” ujarnya.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

DPR Minta Pemerintah Mengkaji Ulang Proyek Kereta Api Cepat

DPR Minta Pemerintah Mengkaji Ulang Proyek Kereta Api Cepat

Gugatan Presidential Threshold Ditolak, Rizal Ramli Sebut MK Lebih Dengarkan Kekuasaan

Gugatan Presidential Threshold Ditolak, Rizal Ramli Sebut MK Lebih Dengarkan Kekuasaan

Kisah Fahira Idris Bertemu Habib Rizieq Shihab

Kisah Fahira Idris Bertemu Habib Rizieq Shihab

Tidak Dapat Dukungan Warga, Izin Gereja Dicabut

Tidak Dapat Dukungan Warga, Izin Gereja Dicabut

FPAB Akan Desak Pemkot Bekasi Bongkar Gereja Liar

FPAB Akan Desak Pemkot Bekasi Bongkar Gereja Liar

Baca Juga

Berita Lainnya