Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

“Komnas HAM Islam” Akan Bela Perempuan dan Soroti Kasus Terorisme

HAM Islam akan ikut menyoroti media-media yang secara sengaja merusak citra Islam
Bagikan:

Hidayatullah.com–Keberadaan Pusat Hak Asasi Manusia Islam Indonesia (PusHAMI) atau Indonesian Islamic Human Right Commission (IIHRC) dinilai untuk mengimbangi opini dan fitnah yang sering ditujukan kepada Islam, demikian tegas Munarman, SH dalam pidato singkat nya.

“Salah satu contohnya ketika kelompok liberal itu menyebut kita intoleran karena menolak Ahmadiyah dan LGBT,” tegas Munarman saat pidato peluncuran Pusat HAM Islam di Masjid Al Ishlah Petamburan Jakarta, Rabu (14/11/2012).

Munarman juga menjelaskan ada 8 bidang yang akan menjadi poin utama perjuangan Pusat HAM Islam.

Pertama, Pusat HAM Islam akan menyoroti kebijakan negara. Baik dalam bidang ekonomi, politik hingga pembuatan sebuah Undang-undang.

“Jangan sampai ada Undang-undang yang memuat kepentingan asing dan merugikan rakyat dan umat Islam,” tegasnya lagi.

Kedua, untuk melawan opini intoleran yang selalu di dengung-dengungkan kelompok liberal. Salah satunya hasil survey Lembaga Survey Iindonesia (LSI). Menurutnya hasil survey LSI tentang LGBT itu cukup ngawur karena menuduh umat Islam intoleran hanya karena menolak LGBT.

Ketiga, lembaga ini juga akan menyoroti fakta-fakta kontra terorisme dan kontra separatisme. Ia menyebut kesalahan fatal lembaga bernama Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) yang dinilai sering tidak adil. Berbeda dengan perlakuan terhadap gerakan separatis seperti Organisasi Papua Merdeka (OPM), Republik Maluku Selatan (RMS).

“Seharusnya Organisasi Papua Merdeka (OPM), Republik Maluku Selatan (RMS) juga masuk daftar teroris. Mereka malah lebih parah karena melakukan pelatihan bersenjata,” jelasnya.

Keempat, lembaga ini juga akan melindungi kaum petani dari diskriminasi dan eksploitasi LSM yang didanai kepentingan asing. Selain juga akan memperjuangkan hak petani untuk mendapatkan pendapatan yang layak.

Kelima, melindungi ketenaga kerjaan, pedagang kaki lima buruh dari gerakan kiri.

“Banyak tenaga kerja dan buruh Muslim di bodoh-bodohi oleh LSM – LSM kiri dengan ide ide sosialisme dan kontra Islam,” ujarnya.

Keenam, Pusat HAM Islam juga akan membela hak perempuan. Selain dari kekerasan juga dari isu-isu kesetaraan gender yang menyesatkan.

Ketujuh, melakukan pencegahan dan pemantauan korupsi.

Kedelapan, akan melakukan pemantauan media. Baik televisi, cetak dan online. Jika perlu akan  melakukan somasi dan menuntut ke pengadikan jika  pemberitaan dinilai secara sengaja merusak citra Islam. Terlebih jika berita itu tidak sesuai fakta di lapangan.*

Rep: Thufail Al Ghifari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Penusukan Jemaat Ahmadiyah di Bogor Mungkin Tidak Benar

Penusukan Jemaat Ahmadiyah di Bogor Mungkin Tidak Benar

Ketua MUI: HTI Punya Fikih Negara sebagai Ijtihad Ormas

Ketua MUI: HTI Punya Fikih Negara sebagai Ijtihad Ormas

Anies Siapkan Hotel untuk Tenaga Medis Covid-19

Anies Siapkan Hotel untuk Tenaga Medis Covid-19

MUI Berharap BNN Tingkatkan Upaya Penanggulangan Bahaya Narkoba

MUI Berharap BNN Tingkatkan Upaya Penanggulangan Bahaya Narkoba

Tukang Becak: Boleh Gak Saya Menyumbang Ala Kadarnya untuk Suriah?

Tukang Becak: Boleh Gak Saya Menyumbang Ala Kadarnya untuk Suriah?

Baca Juga

Berita Lainnya