Selasa, 7 Desember 2021 / 2 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Peneliti Perempuan INSISTS Terima Gelar Doktor Dengan Cum Laude

Bagikan:

Hidayatullah.com–Selasa Malam (30/10/2012), peneliti perempuan Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Dinar Dewi Kania menerima gelar Doktor pertamanya dari Universitas Ibnu Khaldun (UIKA), Bogor, setelah selesai melakukan sidang promosi.

Dengan mengambil disertasi berjudul “Studi Komparatif Epistemologi Frithjof Schuon dan Syed Muhammad Naquib al-Attas”, wanita penyuka fotografi ini berhasil mempertahankan disertasinya dan lulus dengan predikat cum laude.

Bertindak sebagai promotor yaitu Prof. Dr. Ahmad Tafsir (UIN Bandung) dan Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Phil ( ISID Gontor) sedangkan Prof. Dr. Didin Hafidhudin (UIKA) Prof. Dr. Abuddin Nata (UIN Jakarta), dan Irfan Syauqi Beikk, M.Sc, PhD (IPB) bertindak sebagai tim penguji dengan ketua sidang Dr. Ending Baharuddin (UIKA).

Dinar sendiri termasuk yang cepat menyelesaikan disertasinya, sekitar satu tahun enam bulan, padahal menurut Dinar, mereka diberikan kesempatan menyelesaikan pendidikan Doktornya lima sampai tujuh tahun karena penelitian yang tidak main-main.

Dalam disertasinya, Dinar mengangkat permasalahan epistemologi dari tokoh-tokoh Islam baik klasik maupun kontemporer. Baginya, sangat penting membandingkan epistemologi Schuon dan al-Attas karena keduanya sama-sama mengkritik filsafat dan sains modern yang sekuler dan menawarkan paradigma alternatif untuk menjawab kerusakan ilmu tersebut.

Kabar ini pun segera mendapat sambutan dan tanggapan positif dari Dr. Adian Husaini, Ketua Program Studi Pendidikan Islam, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

“Ini salah satu tahap penting peningkatan kualitas intelektual dan keilmuan. Sebab disertasi diuji secara terbuka di depan sejumlah pakar. Mudah-mudahan ini tahap awal untuk terus mengembangkan ilmu dan keperibadian, sebab umat perlu banyak sosok-sosok intelektual wanita yang punya komitmen tinggi terhadap perjuangan Islam”, ungkapnya saat pada hidayatullah.com, Rabu (31/10/2012).

Dinar berkeinginan, setelah kelulusannya ini, ke depan umat Islam memiliki Research Center dan mampu memproduksi jurnal ilmiah yang dikelola secara profesional serta dapat  bersaing ditingkat nasional bahkan internasional namun tetap isinya tidak menyimpang dari worldview of Islam.*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 Ketiga Kalinya

MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 Ketiga Kalinya

Dua Anggota TNI Meninggal Akibat Serangan Kelompok Bersenjata Papua

Dua Anggota TNI Meninggal Akibat Serangan Kelompok Bersenjata Papua

Falun Gong Minta Hentikan Pembantaian di Uighur

Falun Gong Minta Hentikan Pembantaian di Uighur

IKADI: Pasal Ujaran Kebencian dan SARA Belum Jelas Ukurannya

IKADI: Pasal Ujaran Kebencian dan SARA Belum Jelas Ukurannya

Rumah Sakit di Mamuju dan Kantor Gubernur Sulbar Ambruk Kena Gempa

Rumah Sakit di Mamuju dan Kantor Gubernur Sulbar Ambruk Kena Gempa

Baca Juga

Berita Lainnya