Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

UIKA Bogor Luluskan Doktor Islamisasi Sains

Upaya Islamisasi Sains dan Kampus merupakan program UIKA/Foto: Dinar
Bagikan:

Hidayatullah.com–Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, hari Selasa (23/10/2012), meluluskan doktor Pendidikan Islam yang ke-27.  Doktor Wendi Zarman – nama doktor baru UIKA tersebut — memiliki kekhususan bidang Islamisasi Sains.  Ia dinyatakan lulus dengan predikat cum-laude  setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Studi Pengembangan Buku Teks Ilmu Pengetahuan Alam SMP Berbasis Nilai Keimanan”.

Bertindak sebagai promotor  adalah Prof. Dr. Sofyan Sauri, guru besar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan Dr. Adian Husaini, Ketua Program Doktor Pendidikan Islam UIKA Bogor.  Sedangkan Tim Penguji dipimpin oleh Prof. Dr. Didin Hafidhuddin MS, Direktur Paqsca Sarjana UIKA.

Wendi Zarman menyelesaikan S-1 dan S-2 bidang Ilmu Fisika di Institut Teknologi Bandung dan kini menjadi dosen di Universitas Komputer Indonesia Bandung. Dalam sambutannya, ia mengakui selama perjalanan akademiknya, ia menemukan pengalaman yang aling berkesan ketika menjalani kuliah S3 di UIKA Bogor, karena ia menemukan kerangka berpikir bagaimana melihat sains dan Islam.

Dalam disertasinya, Wendi memaparkan adanya kesenjangan antara Tujuan Pendidikan Nasional sebagaimana dicantumkan dalam UU Sisdiknas dan Standar Kompetensi yang ditentukan BNSP dalam mata pelajaran IPA dengan isi buku teks IPA di SMP.  Harusnya, secara ideal, isi buku teks harus mengarahkan siswa kepada pengenalan dan peningkatan keimanan kepada Tuhan Yang Mahaesa. Tetapi, faktanya, nama Tuhan hampir sama sekali tidak disebut dalam buku teks. Karena itulah, Wendi mengajukian tujuh metode penulisan buku teks IPA SMP  yang mengarah kepada peningkatan keimanan kepada Tuhan Yang Mahaesa.

Para penguji dan promotor memuji disertasi Wendi Zarman dan meminta agar disertasi itu diwujudkan dalam bentuk penulisan buku  teks IPA untuk SMP yang tidak bertentangan dengan UU Sisdiknas.

“InsyaAllah itu juga sudah menjadi tekad saya,” kata Wendi yang didampingi istri dan anak-anak, serta kedua orangtuanya kepada hidayatullah.com.

Upaya Islamisasi Sains dan Kampus (ISK) merupakan program yang telah dicanangkan UIKA Bogor sejak tahun 1983, ketika Rektor UIKA dijabat oleh Prof. Dr. Ir. AM Saefuddin.

Saat ini, Program Doktor UIKA Bogor memiliki mahasiswa lebih dari 160 orang.  Sesuai tradisi, Prof. Dr. Didin Hafidhuddin memberikan taushiyah kepada Doktor Baru, dengan mengingatkan, bahwa gelar doktor yang diperoleh tidaklah akan banyak berarti jika tidak disertai dengan semangat untuk terus mencari ilmu dan menghasilkan karya-karya ilmiah.

“Gelar doktor ini hanyalah langkah awal untuk terus menambah ilmu pengetahuan,” saran Prof. Didin.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Jadi Gay Itu Pilihan, Bukan Takdir!

Jadi Gay Itu Pilihan, Bukan Takdir!

KH. Aceng Dinilai Penulis Produktif PERSIS

KH. Aceng Dinilai Penulis Produktif PERSIS

Pasal Kretek RUU Kebudayaan Dinilai Permudah Kapitalis Asing Kuasai Pasar

Pasal Kretek RUU Kebudayaan Dinilai Permudah Kapitalis Asing Kuasai Pasar

FKUB Inginkan Peraturan Bersama Rumah Ibadah Dijadikan Perpres

FKUB Inginkan Peraturan Bersama Rumah Ibadah Dijadikan Perpres

BNI Syariah Siap Berdiri

BNI Syariah Siap Berdiri

Baca Juga

Berita Lainnya