Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Hamid Fahmy: Lebih Baik Kita Dianggap Intoleran

Acara TV One yang mengkampanyekan temuan LSI
Bagikan:

Hidayatullah.com—Kesimpulan survey Lembaga Survey Indonesia (LSI) yang mengatakan Indonesia memiliki tingkat intoleransi karena menolak lesbian, gay, biseks  dan transgender (LGBT) dinilai sikap menyesatkan dan tidak adil.  Pernyataan ini disampaikan Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Hamid Fahmy M.phil, Ph.D.

Menurut Gus Hamid, demikian ia akrab dipanggil, adalah sikap tidak adil sebagaimana cara berfikir Negara Barat selama ini.

Menurutnya, selama ini Barat menolak pembangunan menara masjid, melarang jilbab, melarang adzan lewat menara , bahkan mencaci-maki Nabi Muhammad Rasulullah  semua dianggap sebagai sikap toleran. Sementara di Indonesia, ketika umat Islam menolak perilaku menyimpang seperti LGBT justru dianggap intoleran.

“Di sini menolak LGBT dianggap intoleran.  Sementara di Barat mencaci Nabi Muhammad boleh dan dianggap toleran,” demikian pernyataan yang dikirim ke kantor redaksi hidayatullah.com, Senin (22/10/2012).

Menurut penulis buku “MISKAT: Refleksi tentang Islam, Westernisasi dan Liberalisasi” ini sebaiknya kaum Muslim terang-terangan menolak semua kampanye HAM dengan isu LGBT ini.

“Kita harus terang-terangan menolak, biar pun dianggap intoleran, ini prinsip seperti mereka meolak menara masjid,” ujarnya.

Seperti diketahui, belum lama ini LSI bekerjasama dengan Yayasan Denny JA melakukan riset tentang meningkatnya populasi yang tidak nyaman terhadap keberagaman di Indonesia.

Dalam riset terbaru ditemukan, 67,8 Persen masyarakat Indoensia merasa tidak nyaman bertetangga dengan orang yang berbeda agama, 61,2 persen dengan orang Syiah, 63,1 persen dengan orang Ahmadiyah, dan 65,1 dengan orang homoseks (gay).

“Temuan survei ini, menyimpulkan bahwa semakin meningkat sikap intoleransi terhadap keberadaan orang lain yang berbebeda identitas sosialnya,” kata Novriantono di kantor LSI Rawamangun, Ahad (21/10/2012).

Menurut pengertian LSI, sikap masyarakat Indonesia yang dikenal religius yang tidak menerima aliran Syiah dan Ahmadiyah yang dianggap sesat ulama serta kelompok yang memiliki kelainan orientasi seksual seperti gay dianggap perilaku intoleran.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Buku Teologi dan Ajaran Syiah” Alternatif Melihat Syiah dari Buku Induk Syiah

Buku Teologi dan Ajaran Syiah” Alternatif Melihat Syiah dari Buku Induk Syiah

MUI: Kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Israel Tidak Perlu Dilakukan

MUI: Kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Israel Tidak Perlu Dilakukan

Soal Saeni, MUI Banten: Umat Tetaplah Fokus Jalani Ramadhan!

Soal Saeni, MUI Banten: Umat Tetaplah Fokus Jalani Ramadhan!

Deklarasi Formasalam, Ingin Mengader Mahasiswa Agen Perubahan

Deklarasi Formasalam, Ingin Mengader Mahasiswa Agen Perubahan

DPP Hidayatullah Imbau Pilih Pemimpin yang bisa Membawa Perubahan

DPP Hidayatullah Imbau Pilih Pemimpin yang bisa Membawa Perubahan

Baca Juga

Berita Lainnya