Kamis, 25 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Militer Myanmar Diskriminasikan Relawan yang Bantu Muslim Rohingya

Bagikan:

Hidayatullah.com—Pernyataan ini disampaikan dr.Zackya Yahya Setiawan,Sp.OK, juru bicara Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) saat mengadakan konferensi pers nsi Pers bertema “Laporan Temuan Tim MER-C di Myanmar” yang diselenggarakan di kantor secretariat MER-C jalan Kramat Lontar Jakarta. Menurut MER-C, fakta di lapangan masih ditemukan adanya diskriminasi terhadap warga Rohingya.

“Pengawalan militer Myanmar sangat berlebihan terhadap relawan kemanusiaan yang datang dari berbagai NGO di Shittwe,” jelas dr.Zackya Yahya saat konferensi pers.

Seperti diketahui, MER-C berada di Myanmar selama satu minggu. Lembaga kemanusiaan ini datang dengan membawa bantuan kesehatan dan sandang pangan dari rakyat Indonesia.

Hanya saja, menurut MER-C, untuk masuk ke Myanmar, sikap pemerintah setempat masih sangat ketat termasuk mempersulit akses para dokter daro MER-C. Bahkan untuk donasi berupa uang ke Muslim Rohingya harus tetap melewati izin pemerintah Myanmar. Jika pemerintah Myanmar tidak setuju, maka pemberian bantuan tanpa izin justru akan dianggap provokator.

“Seorang yang dianggap provokator akan ditangkap dan diculik oleh militer Myanmar,” tambah dokter Tonggo Meaty Fransisca,  dalam acara tersebut.*

Rep: Thufail Al Ghifari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

HTI: AS Takut Pengaruh Arab Spring Menular ke Indonesia

HTI: AS Takut Pengaruh Arab Spring Menular ke Indonesia

Cegah Kekerasan dalam Pendidikan, ini Langkah Koordinasi Pemerintah-KPAI

Cegah Kekerasan dalam Pendidikan, ini Langkah Koordinasi Pemerintah-KPAI

BI: Perlu Pembentukan Bank BUMN Syariah

BI: Perlu Pembentukan Bank BUMN Syariah

Paspor Haji Masih Menuggu Jawaban Saudi

Paspor Haji Masih Menuggu Jawaban Saudi

Anis Matta: Lanjutkan Perjuangan KH Ahmad Dahlan Membina Umat, Membangun Bangsa

Anis Matta: Lanjutkan Perjuangan KH Ahmad Dahlan Membina Umat, Membangun Bangsa

Baca Juga

Berita Lainnya