Sabtu, 4 Desember 2021 / 28 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Liberalisme dan Neo Komunisme sedang Bersatu Melawan Nasionalisme dan Islam

Liberalisme dan Neo Komunisme Telah Kuasai Titik Vital Politik Indonesia
Bagikan:

Hidayatullah.com–Liberalisme dan neo-komunisme sedang bersatu melawan nasionalisme dan Islam di Indonesia. Karena itu umat Islam harus cerdas dalam menanggapi semua isu baik politik dan budaya yang terjadi di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi.

Menurut Hasyim,  umat Islam di Indonesia sering dijadikan komoditas oleh kelompok kontra Islam sendiri. Bahkan dengan sengaja membuat marah hingga akhirnya marahnya umat Islam ini menjadi alat untuk menyerang dan merusak wajah Islam itu sendiri.

“Saat ini liberalisme dengan neo-komunisme sudah bersatu untuk menghadapi nasionalisme (keindonesiaan) dan Islam,” jelas Hasyim Muzadi kepada hidayatullah.com saat kegiatan Silahturahim Organisasi Jurnalis Islam Bersatu  ke kantor International Conference for Islamic Scholars (ICIS), Selasa (02/10/2012).

Menurut Sekjen ICIS ini, saat ini peperangan paling utama umat Islam seharusnya masuk ke ranah intelektual. Dari situ gerakan Islam bisa menguasai aspek – aspek intelektual dalam bidang ekonomi, politik dan budaya.

Ia juga menegaskan agar gerakan-gerakan Islam tidak salah menempatkan musuh. Menurutnya keberadaan Indonesia harus menjadi fasilitas dalam perjuangan bukan justru dijadikan lawan prioritas.

“Jangan sampai kita menjadi orang yang disorientasi dalam perjuangan,” jelas lelaki yang paling anti dengan gagasan pernikahan sejenis ini.

Ia juga menambahkan, bahwa serangan kepada umat Islam telah memasuki ke akar perang pemikiran. Penyusupan ide-ide Barat untuk merekonstruksi Islam menjadi ancaman yang harus dihadapi dengan cara elegan juga. Terlebih ia secara gambang menyatakan perubahan jati diri Pancasila sendiri sudah luntur sejak reformasi. Baginya setelah reformasi ruh demokrasi di Indonesia telah berubah menjadi demokrasi yang liberal.

“Manuver ini sangat berbahaya karena berbarengan dengan disintegrasi dan separatism,” jelasnya.  Terlebih, ia menjelaskan bahwa kader-kader liberal dan neo komunisme sudah menguasai titik-titik vital dalam peta perpolitikan di Indonesia.*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Dijatuhi Sanksi, Dua Anggota Densus Kasus Siyono Ajukan Banding

Dijatuhi Sanksi, Dua Anggota Densus Kasus Siyono Ajukan Banding

81 Orang Meninggal Akibat Gempa Sulbar, 1.150 Unit Rumah Rusak, Relawan Terus Bergerak

81 Orang Meninggal Akibat Gempa Sulbar, 1.150 Unit Rumah Rusak, Relawan Terus Bergerak

Direktur Arrahmah Media Menghirup Udara Bebas

Direktur Arrahmah Media Menghirup Udara Bebas

MUI: Zina Merusak Tatanan Sosial dan Melanggar HAM

MUI: Zina Merusak Tatanan Sosial dan Melanggar HAM

Aliansi Pergerakan Islam: Waspadai Upaya Cinaisasi di Indonesia

Aliansi Pergerakan Islam: Waspadai Upaya Cinaisasi di Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya