Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

HTI: Hukuman Mati Bagi Penghina Nabi

konferensi pers HTI tuntut hukuman mati pembuat film IOM
Bagikan:

Hidayatullah.com–Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menilai hukuman yang tepat untuk pembuat film “Innocent of Muslim” adalah hukuman mati. Hal ini dikemukakan oleh salah satu pengurus DPP Hizbut Tahrir Indonesia, Syamsuddin Ramadhan an Nawy. Syamsudin  menilai film itu telah menghinakan Nabi Besar Muhammad Shallahu Alaihi Wassalam dengan sangat keji.

“Allah Subhana Wa Ta’ala (Swt) mengkategorikan celaan terhadap Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam adalah sebagai celaan terhadapNya,” jelas Syamsudin dalam konferensi pers di Jakarta belum lama ini.

Ia juga menceritakan sikap pemerintahan Islam dalam menghadapi kasus seperti ini. Khalifah Abdul Madjid At Tsani pernah mengobarkan perang melawan Kerajaan Prancis dan Inggris karena penghinaan terhadap Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam.

Penghinaan itu dilakukan oleh Filsuf ternama Inggris bernama Voltaire. Penghinaan itu sendiri ada dalam bentuk pementasan drama teatrikal di Prancis dan Inggris.

“Ketegasan Khalifah yang akan mengobarkan Jjihad melawan Prancis dan Inggris itulah yang membuat pementasan itu dibatalkan,” jelas Syamsudin lagi.

Karena itu menurutnya, saat ini komponen ulama harus bersatu untuk berdiri digaris depan. Peran ulama menurutnya sangat vital dalam mempersatukan umat Islam untuk memperjuangkan syariat dan khilafah. Di mana keberadaan ulama ini sebagai titik komando penting bagi umat Islam dalam menentukan arah gerak ketika terjadi penghinaan Islam seperti dikasus film “Innocent Of Muslim”. 

Syamsudin juga mengutip pendapat-pendapat para ulama terkait status hukum  bagi para penghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam. Menurutnya, ijma ulama menegaskan bahwa mencela Nabi adalah merupakan kekufuran. Bahkan jika itu dilakukan orang Islam, ia masuk murtad dari agama Islam, baik dilakukan dengan main-main maupun dengan sungguh-sungguh.

Adapun beberapa ulama yang dikutip oleh Syamsudin  antara lain adalah Imam Malik, Imam Abu Bakar Ibnu Mundzir, Imam Al Qurthubi hingga Imam Ibnu Qasim. Namun ia tidak menjelaskan, lebih lanjut fatwa para ulama tersebut.*

Rep: Thufail Al Ghifari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Milad ke-9, Besok AQL Gelar Acara “Fajar di Ufuk Indonesia”

Milad ke-9, Besok AQL Gelar Acara “Fajar di Ufuk Indonesia”

‘Selama Polisi Tak Tegas, Pengadangan atas Ulama akan Terus Terulang’

‘Selama Polisi Tak Tegas, Pengadangan atas Ulama akan Terus Terulang’

Psikolog Ajak Orangtua Budayakan Anak Baca Buku, bukan Gadget

Psikolog Ajak Orangtua Budayakan Anak Baca Buku, bukan Gadget

KPAI Ingatkan Pentingnya Caleg Ramah Anak

KPAI Ingatkan Pentingnya Caleg Ramah Anak

Peneliti: Konsumsi Rokok Bisa Sebabkan Kemiskinan, Ganggu Program Bansos Pemerintah

Peneliti: Konsumsi Rokok Bisa Sebabkan Kemiskinan, Ganggu Program Bansos Pemerintah

Baca Juga

Berita Lainnya