Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Gerakan Liberalisasi Dinilai Biang Instabilitas Nasional

Saharudin : "Liberal bilang siap berbeda pendapat, tapi ketika kita berbeda justru dianggap musuh"
Bagikan:

Hidayatullah.com–Komisioner Komite Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Saharudin Daming menilai keberadaan gerakan liberalisasi di Indonesia sebagai biang instabilitas Nasional. Sikap kelompok liberal yang terus mengobok-obok ajaran Islam adalah sumber kekisruhan yang tak pernah selesai di Indonesia.

“Bayangkan Budaya saja harus kita jaga, apalagi agama. Orang Liberal ini aneh, Budaya mereka jaga mati-matian sementara agama mereka ubah semau mereka,” jelas Saharudin Daming dalam acara “Halaqoh Peradaban” di Auditorium Adhiyana Wisma Antara Jakarta Pusat, Hari Ahad (16/09/2012) siang.

Saharudin bahkan menganggap aneh dengan kelompok liberal atau para pengasong pluralisme di Indonesia. Sikap bertolak belakang antara retorika dan kenyataan di lapangan menjadi salah satu kritikan Saharudin Daming terhadap kelompok liberal dan kelompok yang suka membawa pluralisme di Indonesia.

“Kalangan liberal bilang menghargai perbedaan, tapi ketika kita berbeda dengan mereka kita dianggap musuh. kan aneh,” jelasnya lagi.

Saharudin menganggap pelaku intoleransi sebenarnya adalah gagasan liberalisme itu sendiri. Karena kenyataannya liberalisme sendiri yang selalu ingin merekonstruksi agama tanpa menghargai nilai-nilai prinsip agama itu sendiri. Salah satu contoh vitalnya adalah Jaringan Islam Liberal (JIL) yang memaksakan pendapatnya untuk merubah aturan Islam tanpa menghargai perasaan umat Islam.*

Rep: Thufail Al Ghifari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

GBK Penuh Sesak Dipadati Peserta Kampanye Prabowo

GBK Penuh Sesak Dipadati Peserta Kampanye Prabowo

Genap Setahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, KSP Rilis Laporan Tahunan

Genap Setahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, KSP Rilis Laporan Tahunan

Konsolidasi di Tengah Pandemi, Susanto Triyogo Jadi Plt Ketua Umum KAMMI

Konsolidasi di Tengah Pandemi, Susanto Triyogo Jadi Plt Ketua Umum KAMMI

Dua Kejanggalan Dalam Peristiwa Bom Sarinah Menurut Pengamat Militer

Dua Kejanggalan Dalam Peristiwa Bom Sarinah Menurut Pengamat Militer

Menag Tegaskan Indonesia Bukan Negara Sekuler

Menag Tegaskan Indonesia Bukan Negara Sekuler

Baca Juga

Berita Lainnya