Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Bisnis Es Pisang Ijo ‘Paling Enak’ Bangun Kemandirian Umat

Ustad Abu Saad, dai FUI dan pemilik bisnis franchise Es Pisang Ijo Paling Enak.
Bagikan:

Hidayatullah.com–“Tidak ada yang kusukai setelah berjihad di jalan Allah selain bisnis.” Itulah salah satu nasehat dari Umar Bin Khattab Ra. Nasehat ini ternyata telah menginspirasi seorang Abu Saad bersama sang istri membangun bisnis, mulai dari bisnis herbal, buku Islam, busana muslim, dan makanan. Kini Abu Saad telah memiliki usaha kuliner franchise muslim Es Pisang Ijo “Paling Enak”.

“Usaha ini saya rintis selain untuk kesuksesan pribadi saya dan keluarga, juga untuk membantu kesuksesan orang lain,” jelas ustad yang merupakan salah satu pengurus inti di Forum Umat Islam (FUI) ini kepada Hidayatullah.com, Sabtu (01/09/2012).

Setelah menjalani usaha Es Pisang Ijo bersama-sama, Paling Enak makin membuahkan hasil. Dari sentuhan tangan dinginnya tercetak 70 pebisnis muslim. Ke 70 orang tersebut telah menjadi seorang pengusaha kecil dengan mengembang aset bisnis franchisenya.

Dari tiap gerobak, sehari bisa menghabiskan dari 35 hingga 80 porsi. 1 porsi es pisang ijo harganya Rp.7000 untuk rasa orisinal.

“Saat ini gerobak kami sudah ada 153 gerobak, dan yang sedang dalam produksi ada kisaran 15 gerobak. Jadi kurang lebih gerobak kami saat ini 163 dan masih akan bertambah dengan banyak para pendaftar franchise yang baru,” jelas Abu Saad.

Keuntungan satu porsi Es Pisang Ijo kurang lebih Rp.3000. Omset bersih satu bulan untuk 35 porsi  per hari bisa sampai Rp.3.000.000. Dalam Halalbihalal Komunitas Pebisnis Es Pisang Ijo Paling Enak di rumahnya hari Sabtu, Abu Saad mengekspresikan rasa syukurnya dengan terus memberikan motivasi kemandirian kepada jaringan komunitas pengusaha ini.

Ia berpesan agar para pengusaha es pisang ijo terus mengembangkan diri. Karena seorang muslim selain harus memiliki kekuatan akidah, juga harus kuat secara ekonomi.

“Kita harus siap bersaing dengan kekuatan ekonomi nonmuslim, kita tidak boleh diam dengan kebiasaan bekerja pada orang lain. Seorang muslim juga harus bisa memulai bisnisnya sendiri. Membuka lapangan pekerjaan bagi muslim yang lain adalah bagian dari jihad dan kesungguhan kita membela agama ini,” tambahnya lagi.

Saat ini Es Pisang Ijo Paling Enak sudah hadir di luar Jabotabek, seperti di Makassar, Kalimantan, dan Surabaya. Abu Saad  sedang mempersiapkan agar usahanya ini bisa Go International.

Namun keutamaan membantu lapangan pekerjaan umat Islam adalah sisi prioritas baginya. Dari 70 pengusaha yang dibina olehnya, hampir setengahnya masyarakat yang awalnya memiliki permasalahan ekonomi dalam keluarga.

Ia lantas merekrut, menawarkan, dan membina mereka untuk menjadi enterpreneur. Salah satunya membantu mereka dengan belajar bisnis dengan menjual Es Pisang Ijo.

Saat ini, dari satu pengusaha minimal memiliki 3 gerobak, bahkan sampai ada satu pengusaha memiliki 10 gerobak. Dari situ pemasukan finansial justru lebih besar dari pekerja kantoran. Itulah tujuan Abu Saad, selain berdakwah menguatkan akidah umat, ia juga ingin umat kuat dan mandiri secara ekonomi.*

Rep: Thufail Al Ghifari
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Dalang Pelemparan Masjid Jogokariyan Belum Minta Maaf

Dalang Pelemparan Masjid Jogokariyan Belum Minta Maaf

Bandung Segera Miliki Perda Pendidikan Diniyah Takmiliyah

Bandung Segera Miliki Perda Pendidikan Diniyah Takmiliyah

Prof. Ahmad Tafsir:  Orang Berilmu Bisa Terpental Jika Tak Dapat Hidayah

Prof. Ahmad Tafsir: Orang Berilmu Bisa Terpental Jika Tak Dapat Hidayah

Habib Rizieq Beri Tausiyah di Pulau Untung Jawa

Habib Rizieq Beri Tausiyah di Pulau Untung Jawa

MUI Sarankan Hayati Uji Kasus Pemecatannya ke PTUN

MUI Sarankan Hayati Uji Kasus Pemecatannya ke PTUN

Baca Juga

Berita Lainnya