Jum'at, 12 Februari 2021 / 29 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Pandangan Masyarakat: Syiah Harga Mati di Sampang

Apakah memenjarakan Tajul Muluk merupakan akar dari solusi permasalahan Sampang?
Bagikan:

Hidayatullah.com–Pertikaian sektarian di Sampang Madura antara kaum Sunni dan Syiah dinilai terjadi karena adanya pelanggaran atas keberatan adanya aliran Syiah di Sampang, Madura. Pernyataan ini disampaikan  Wahid (inisial, red), seorang saksi mata kondisi kejadian. Menurutnya, kasus berdarah ini tak bisa dilepaskan dari kasus sebelumnya, Desember 2011, kasus pembakaran pertama.

Menurut  Wahid,  sampai saat ini, masyarakat masih penuh emosi. Hal ini dipicu oleh sikap warga Syiah yang dinilai masih bandel menyebarkan ajaran Syiah nya di Sampang Madura.

“Kondisi secara menyeluruhnya saya belum bisa bicara banyak, namun saat ini memang dipastikan penolakan terhadap ajaran Syiah sudah menjadi harga mati di sampan,” jelasnya kepada hidayatullah.com, Senin (27/08/2012).

Senada dengan Wahid, Siti Ruqoyyah permasalahan konflik di Sampang Madura ini tidak terlepas dari kasus sebelumnya, kasus penistaan agama oleh Tajul Muluk. Apalagi Tajul Muluk divonis bersalah oleh pengadilan. Sementara di sisi lain, para santri-santri Syiah dinilai masih menyebarkan ajaranya.

“Jadi masyarakat ini marah, karena santri-santri Tajul Muluk ini dinilai masih menyebarkan ajaran Syiah di Sampang, baik sembunyi-sembuyi maupun terang-terangan,” jelas Siti Ruqoyyah kepada hidayatullah.com.

Menurut Siti Ruqoyyah, sejak dikeluarkan Fatwa kesesatan Syiah oleh MUI Madura dan MUI Jawa Timur masyarakat Sampang sendiri masih mentolerir keberadaan komunitas Syiah. Masyarakat berharap dengan memberikan mereka hak hidup di Sampang mereka bisa bertobat dan kembali ke ajaran Islam yang benar. Namun, sikap-sikap santri-santri Syiah justru memicu geram warga Islam di sana.

“Jadi memang gesekan-gesekan konflik sejak kasus Tajul Muluk ini belum selesai,” jelasnya lagi.

Sebelum ini, Badan Silaturrahim Ulama Pesantren Madura (BASSRA) punya versi lain atas konflik berdarah antara kaum Sunni dan Syiah, Desa Karanggayam, Omben Sampang, Jatim.

Dalam rilis nya yang dikirim ke kantor redaksi hidayatullah.com, Senin (27/08/2012), Bassra menemukan ada lemparan bom molotov dari kaum Syiah kepada kaum Sunni saat penghadangan bus. [Baca: Kronologis Kasus Sunni-Syiah Sampang Temuan Ulama Bassra]*

Rep: Thufail Al Ghifari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Sudutkan Islam, Muhammadiyah: Presiden Macron Tipikal Pemimpin Bawa Permusuhan Umat Beragama

Sudutkan Islam, Muhammadiyah: Presiden Macron Tipikal Pemimpin Bawa Permusuhan Umat Beragama

Amien Rais: “Ekonomi Indonesia belum Berdaulat”

Amien Rais: “Ekonomi Indonesia belum Berdaulat”

Ketua LDPBNU: UAS Kiai Moderat, Toleran, Pro Pancasila

Ketua LDPBNU: UAS Kiai Moderat, Toleran, Pro Pancasila

Ketua MUI KH Ma’ruf Amin Terima Doktor Kehormatan

Ketua MUI KH Ma’ruf Amin Terima Doktor Kehormatan

ABI Mengaku Tak Tahu Menahu Penyerangan Jamaah Az-Zikra

ABI Mengaku Tak Tahu Menahu Penyerangan Jamaah Az-Zikra

Baca Juga

Berita Lainnya