Selasa, 25 Januari 2022 / 21 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

MATA Tolak Pameran WTA di Jakarta

Bagikan:

Hidayatullah.com–Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Anti World Tobacco Asia (MATA) mengadakan aksi di depan patung kuda Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Aksi mereka merupakan upaya menolak World Tobacco Asia (WTA) Exhibition yang akan diadakan di Jakarta 19 hingga 21 September mendatang.

Puluhan peserta aksi berjalan dari depan Istana Merdeka menuju lokasi aksi sambil membawa poster-poster berisi penolakan.

“WTA = membunuh bangsa,” demikian tulisan di salah satu poster yang dipegang peserta.

“Kita dijajah oleh cukong-cukong rokok. Masih mau dijajah?” kata Zakia, salah satu demonstran, Senin (13/08/2012).

Anggota Komnas Pengendalian Tembakau Fuad Baradja mengatakan secara terang-terangan mereka menolak WTA karena merugikan Indonesia.

“Rokok adalah pembunuh massal. Membiarkan WTA berarti setuju saudara-saudara kita dibunuh. Negara-negara yang pemimpinnya waras pasti menolak,” kata Fuad dalam orasinya.

“Indonesia bukan keranjang nikotin,” kata Fuad.

“Mengingatkan pemerintah kalau kami menolak WTA. Ini juga seruan untuk masyarakat,” kata koordinator aksi Hery Chariansyah.

Hery juga berpendapat Indonesia ramah terhadap tembakau karena belum ada regulasi yang mengendalikan produk tersebut.

Aksi kali ini merupakan aksi pemanasan dalam upaya menggagalkan WTA September mendatang. Hery mengatakan akan menghentikan WTA dengan cara mereka bila upaya menggagalkan tidak berhasil.

“Bisa berupa aksi yang lebih besar atau lebih agresif,” katanya, dimuat Antara.

Aksi Tolak WTA menurut rencana akan dilakukan di depan Istana Merdeka, namun belakangan pindah karena sedang diadakan latihan menjelang upacara kemerdekaan 17 Agustus.

“Pengeras suara yang mereka miliki lebih besar dari punya kita. Percuma kan kalau kita ngomong nggak ada yang dengar,” kata Hery.

Aksi digelar pukul 16.50 hingga menjelang berbuka puasa.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Eyang Subur Dinilai Telah Melakukan Penyimpangan Akidah dan Syariat

Eyang Subur Dinilai Telah Melakukan Penyimpangan Akidah dan Syariat

Soal Tuduhan ke Amien Rais, Ketum DPP IMM: KPK Sangat Tendensius

Soal Tuduhan ke Amien Rais, Ketum DPP IMM: KPK Sangat Tendensius

Jawa Timur Jadi Model Pengentasan WTS

Jawa Timur Jadi Model Pengentasan WTS

FDKM Bekasi Tolak Pemasangan ‘Spanduk Provokatif’ di Masjid

FDKM Bekasi Tolak Pemasangan ‘Spanduk Provokatif’ di Masjid

Soal Al-Zaitun, Menag Terlalu Cepat Menyimpulkan

Soal Al-Zaitun, Menag Terlalu Cepat Menyimpulkan

Baca Juga

Berita Lainnya