Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Aksi Damai PKS untuk Rohingya dan Suriah di Bundaran HI

"Kita mengkritik pemerinah yang lambat dalam menanggapi masalah Rohingya"
Bagikan:

Hidayatullah.com—Massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memadati bundaran Hotel Indonesia (HI), Ahad (12/08/2012) sore ini dalam sebuah aksi bertema “AKSI PEDULI Stop Kejahatan Kemanusiaan di Rohingya dan Suriah”

Ketua DPW PKS Jakarta, Slamet Nurdin, PKS dalam orasinya mengecam kebiadaban atas kekerasan yang dilakukan terhadap etnis Muslim Rohingya dan penduduk sipil di Suriah.

Nurdin juga mengecam sikap lambat pemerintah Indonesia dalam menanggapi tragedi berdarah ini.

“Indonesia menganut politik bebas aktif,bukan bebas pasif dalam melawan penjajahan. Kita mengkritik sikap pemerinah yang lambat dalam menanggapi masalah Rohingya,” jelasnya.

Setelah itu, orasi dilanjutkan oleh Dr Hidayat Nurwahid. Dalam orasinya, mantan Ketua MPR RI ini juga mengkritik sikap dunia internasional yang diam mensikapi masalah Suriah, Yaman hingga Rohingya.

Padahal menurut Hidayat, seharusnya demokrasi bisa berdiri di garda depan mengawal kemanusian secara obyektif.

Hidayat juga menolak sikap presiden Myanmar yang menolak eksistensi Muslim Rohingya.
Tak lupa, Hidayat  juga mengkritik sikap pemerintah Indonesia dan Bangladesh yang masih anggota ASEAN yang sangat lamban dalam masalah ini.

Hidayat juga memuji langkah cepat yang dilakukan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla terkait masalah Rohingya.

“Apa yang dilakukan Pak Kalla adalah baik. Tapi yang paling utama adalah memastikan di OKI, negara-negara yang tergabung di dalamnya menuntut agar tragedi harus segera dihentikan,” kata Hidayat.

Karenanya, Hidayat mendesak Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk turun tangan secara nyata. [Baca juga: Hidayat Nurwahid: Banyak Saudara Kita di Myanmar Buruh Uluran Tangan Kita]

Sebelumnya, hari Sabtu (11/8/2012) OKI telah mengumumkan bahwa mereka mendapatkan lampu hijau dari pemerintah Mynmar untuk mendampingi Muslim Rohingya, yang kehilangan tempat tinggal karena kekerasan yang dialaminya.

OKI mengatakan, izin masuk itu diperoleh setelah dicapainya kesepakatan dengan pemerintah Rangoon pada hari Jumat antara delegasi mereka dengan Presiden Thein Sein mengenai penyaluran bantuan kemanusiaan di negara bagian Rakhine (Arakan), lansir AFP. [Baca: Oki Dapat Izin Masuk]

Rep: Thufail Al Ghifari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

FUI Ajak Rame-rame Ikut Aksi Indonesia Tanpa Maksiat!

FUI Ajak Rame-rame Ikut Aksi Indonesia Tanpa Maksiat!

CIR: DPR Harus Evaluasi Total Kinerja Densus 88

CIR: DPR Harus Evaluasi Total Kinerja Densus 88

Kemdikbud Akui Pendidikan Dini Masih Kurang Perhatian

Kemdikbud Akui Pendidikan Dini Masih Kurang Perhatian

Usai Kepergian BRR, PBB Bentuk Program Gender di Aceh

Usai Kepergian BRR, PBB Bentuk Program Gender di Aceh

Pemerintah Harus Beri Penjelasan Soal Dikeluarkannya Visa Atlet Israel

Pemerintah Harus Beri Penjelasan Soal Dikeluarkannya Visa Atlet Israel

Baca Juga

Berita Lainnya