Minoritas Kachin Miliki 20 Ribu Tentara untuk Lawan Myanmar

Bentuk kebiadaban dan diktatorisme pemerintahan Budha Myanmar bukan hanya dialami oleh etnis minoritas dari Muslim Rohingya. Tapi juga etnis Kristen Kachin. Hanya saja, kelompok ini punya senjata dan milisi terlatih

Minoritas Kachin Miliki 20 Ribu Tentara untuk Lawan Myanmar
Sayap Militer Etnis Kachin Sejak melakukan latihan

Terkait

Hidayatullah.com–Bentuk penindasan pemerintahan Budha Myanmar bukan hanya dialami oleh etnis minoritas Muslim Rohingya. Penindasan serupa  juga dirasakan oleh minoritas etnis Kachin yang kebanyakan beragama Kristen.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Rohingya Association Forum, Lukman Al Hakim. Hanya saja, menurut Lukman, etnis Kristen Kachin lebih memiliki kapasitas yang memadai dalam menghadapi kebrutalan pemerintah Myanmar. Mereka lebih solid dan memiliki kesiapan perang yang kuat.

“Mereka memiliki 20.000 tentara dan terlatih, dan mereka juga mempunyai senjata,” jelas Lukman kepada hidayatullah.com. Rabu (08/08/2012) saat ditemui di Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL). Seperti diketahui, Lukman datang ke Indonesia dalam rangka menjelaskan duduk persoalan yang terjadi pada etnis Muslim Rohingya di Myanmar.

Menurut Lukman, kekuatan etnis Kachin lahir setelah kelompok etnis ini melahirkan organisasi The Kachin Independence Organization (KIO). KIO berdiri pada tanggal 5 Februari 1961. KIO dibentuk untuk memperjuangkan kemerdekkan Kachin dari federasi Myanmar.

Setelah itu KIO juga memiliki sebuah sayap militer bernama Kachin Independence Army (KIA). Sayap militer inilah yang menjadi pelindung utama etnis Kachin di Myanmar.

Menurut Thin Oo Than, salah seorang komandan dari KIA. Tujuan dari hadirnya KIA adalah mendukung perjuangan KIO untuk kemerdekaan Kachin dari Myanmar.

“Kami berjuang untuk kemerdekaan Kachin, dan itu untuk melindungi etnis kami” Jelasnya seperti yang dikutip AFP.com.

Kachin, secara kolektif dan mandiri juga telah membangun infastruktur pendidikan dan kesehatan. Kachin dikenal sangat berpengaruh disepanjang wilayah perbatasan China. Pemerintah Myanmar hingga hari ini tidak mampu melawan ‘pemberontak’ Kachin.

Markas KIO sendiri berada di bukit yang menghadap ke kota perbatasan di Laiza, Myanmar. Populasi penduduk mereka diawal tahun 2000-an mencapai 7500 jiwa. Itulah salah satu alasan mengapa pemerintah China tidak mau Rohingya berkembang seperti Khacin. Masalahnya, jangankan senjata, etnis Muslim di Rohingnya tak memiliki apapun. Kecuali harapan damai dan bantuan dari saudara-saudara Muslim nya.*

[Baca juga: “Kita bahkan tidak punya pisau untuk melawan…”]

Rep: Thufail Al Ghifari

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik:

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !