Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Jika Etnis Rohingya Murtad, Mungkin Akan Selamat

"Kami diperlakukan tidak adil oleh militer dan rakyat Buddhis," jelas Rafiq
Bagikan:

Hidayatullah.com—Muhammad Rafiq, seorang warga etnis Rohingya di Myanmar berkisah tentang penindasan pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya.

Pengakuannya ia sampaikan di sela-sela acara dialog interaktif “Rohingya Terlunta, Wajah Kaum Minoritas yang Tertindas” yang diselenggarakan International Conference of Islamic Scholars (ICIS), Sabtu (04/08/2012) siang di Jakarta.

“Masjid di sana ditutup. Sudah dua bulan kami tidak shalat di Masjid. Rumah-rumah Muslim dibakar,” kata Rafiq.

Selain itu, jelas Rafiq, tidak sedikit warga etnis Rohingya yang dibunuh, kaki dan tangannya dipotong.

Rafiq menuturkan, penindasan yang dialami etnis Rohingya tidak hanya dilakukan militer Myanmar, tetapi juga dilakukan oleh masyarakat sipil Buddha.

“Kami diperlakukan tidak adil oleh militer dan rakyat Buddhis,” jelas Rafiq.

Bila etnis Rohingya, kata Rafiq, sukarela untuk murtad dari Islam, mungkin etnis Rohingya tidak akan mengalami penindasan.

“Dia (etnis Rohingya) murtad, dia diterima (masyarakat Myanmar),” tandasnya.*

Rep: Ibnu Syafaat
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ulama Dayah Aceh Gelar Mubahasah Bahtsul Masail terkait “Leasing”

Ulama Dayah Aceh Gelar Mubahasah Bahtsul Masail terkait “Leasing”

Proses Seleksi Anggota KPI Dinilai Tidak Transparan

Proses Seleksi Anggota KPI Dinilai Tidak Transparan

Fahira: Negara ini Sedang Tidak Tentu Arah

Fahira: Negara ini Sedang Tidak Tentu Arah

GIB Desak Pemerintah Indonesia Tekan China secara diplomatik

GIB Desak Pemerintah Indonesia Tekan China secara diplomatik

Lukmanul Hakim: Australia  yang Harusnya Marah Pemberitaan Tempo

Lukmanul Hakim: Australia yang Harusnya Marah Pemberitaan Tempo

Baca Juga

Berita Lainnya