Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pelajaran dari Kematian Adjie Hingga Tragedi Sukhoi

*Dipertemukan dengan Ramadhan adalah sesuatu yang besar,” ujar Ustadz Aqib Junaid.*
Bagikan:

Hidayatullah.com–Bulan Ramadhan 1433 H saat ini harus menjadi kesyukuran luar biasa bagi kaum muslimin yang kembali menjumpainya. Sebab, tidak sedikit orang yang tahun lalu masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk menyicipi Ramadhan, namun pada tahun ini kesempatan itu tidak lagi mereka temukan karena telah menemui ajal.

Hal itu disampaikan anggota Dewan Syuro Hidayatullah Ustadz Aqib Junaid dalam Ceramah Tarawih di Masjid Baitul Karim, Polonia, Jakarta Timur, Selasa (24/7/2012) malam.

Menurut Ustadz Aqib, begitu banyak kejadian yang berakhir pada kematian orang-orang tersebut, termasuk di Indonesia, yang prosesnya terjadi secara tiba-tiba. Kematian itu tidak memandang rakyat jelata atau pun pejabat negara.

Aqib lantas mencontohkan berbagai peristiwa yang belakangan ini terjadi di Indonesia. Sebutlah umpamanya, kata dia, kematian salah seorang anggota DPR RI yang juga mantan selebriti Adjie Massaid. Politisi muda itu menemui ajalnya usai bermain futsal di Jakarta awal Februari lalu.

“Yang dimaksudkan untuk menambah kebugaran dan kesehatannya, justru itulah yang menjadi proses penyebab kematiannya,” ujar ustadz.

Tragedi Tugu Tani yang merenggut 9 nyawa pejalan kaki setelah diseruduk oleh mobil Xenia di Jakarta awal 2012 lalu, oleh Aqib juga disebut sebagai contoh lain akan kematian yang tak bisa disangka-sangka.

Termasuk, tambah dia, kepergian Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih beberapa waktu silam.

“Menkes yang membawahi seluruh dokter, yang mengontrol setiap penyakit di Indonesia, justru meninggal akibat penyakit yang dideritanya,” jelasnya.

Tragedi kematian lain yang dicontohkan penceramah adalah jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat belum lama ini. Di mana insiden itu menelan 45 korban tewas tanpa seorang pun yang hidup.

Rentetan peristiwa kematian demi kematian tersebut, bagi Aqib, sepatutnya menjadi pemicu kesadaran kaum Muslimin yang masih diberi peluang hidup saat ini. Umat Islam diharapkan lebih mensyukuri kehadiran kembali bulan Ramadhan.

“Betapa kesempatan yang diberikan Allah SWT kepada kita, dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan ini adalah sesuatu yang besar,” tandasnya.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Ini Penjelasan Kabareskrim soal Gelar Perkara Kasus Ahok

Ini Penjelasan Kabareskrim soal Gelar Perkara Kasus Ahok

Keripik Singkong dan Pisang Belum Tentu Halal

Keripik Singkong dan Pisang Belum Tentu Halal

Menag: “Meyakini Ada Nabi Setelah Muhammad  Adalah Paham Salah”

Menag: “Meyakini Ada Nabi Setelah Muhammad Adalah Paham Salah”

Jamil Azzaini: Miras harus jadi Musuh Bersama Masyarakat Indonesia

Jamil Azzaini: Miras harus jadi Musuh Bersama Masyarakat Indonesia

Tabligh Akbar Peduli Palestina, Masyarakat Aceh Serukan Pemboikotan Produk Yahudi

Tabligh Akbar Peduli Palestina, Masyarakat Aceh Serukan Pemboikotan Produk Yahudi

Baca Juga

Berita Lainnya