Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Sanksi Efektif Bagi Anak Yang Lalai Berpuasa

jika akil baligh tak puasa, wajib dihukum/foto: sport
Bagikan:

Hidayatullah.com–Untuk anak yang memasuki usia akil baligh, maka kewajiban berpuasa sudah berlaku bagi dirinya. Orangtua harus mendorong mereka untuk siap menjalani puasa secara penuh. Ketika mereka mengindahkan kewajiban berpuasa, maka orangtua tidak boleh sungkan memberi sanksi. [baca juga: Ajak Si Kecil Puasa, Tapi Jangan Dipaksa]

“Kalau sudah sampai akil baligh, bukan hanya boleh dihukum, tetapi wajib dihukum,” ujar pakar pendidikan Erma Hida Prawitasari. M.Ed kepada hidayatullah.com, Kamis (05/07/20120.

Menurunya usia sepuluh tahun sampai baligh adalah masa di mana anak- belajar menerima sanksi namun bentuknya bervariasi.

“Bentuk hukumannya bisa mulai dari yang ringan hingga naik ke lebih berat sejalan dengan usia,” jelas pengasuh rubrik pendidikan di sebuah tabloid Islam ini.

Namun efektifitas hukuman pada anak sangat bergantung dari kondisi tiap-tiap individu. Bahwa tiap anak harus mendapatkan sanksi berbeda-beda sesuai dengan minat dan kecenderungannya.

“Intinya, orangtua harus melihat hal apa yang disukai anak dan hal apa yang tidak disukainya. Jadi, hukuman bisa diberikan dengan mengambil apa yang disukainya atau memberikan apa yang tidak disukainya,” jelas master bidang pendidikan dari Unversitas Boston ini.

Erma mencontohkan pada kegemaran anak dalam membaca. Di sini orangtua bisa melarang anak membaca sebagai hukuman untuknya. “Sedang anak yang tidak suka membaca tapi suka bersepeda, maka dilarang bersepedalah adalah hukuman baginya,” terang panjang lebar ibu dari tiga anak ini.

Akan tetapi, proses internalisasi hakikat berpuasa ini tidak bisa dijalankan secara singkat. Proses pendidikan anak untuk mengenali tugas dan kewajibannya sangat terkait dengan kemampuan anak memahami syariat berpuasa sejak usia dini.

“Saya sendiri menyampaikan ke anak saya sebelum dia mencapai usia sepuluh tahun, bahwa nanti kalau kamu sudah sepuluh tahun, akan ada sanksi  jika kamu meninggalkan sholat, puasa, atau keluar tidak menutup aurat,” tegas Kandidat Doktor Pendidikan Islam dari Universitas Ibnu Khaldun Bogor ini.

Satu hal penting adalah hindari ledekan bagi anak yang tengah berlatih puasa. Efek orangtua peledek atau merendahkan anak akan membuat anak terbiasa untuk merendahkan teman-temannya.

 “Akhirnya timbulah bullying,” tutupnya.*/pizaro

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kembangkan Riset dan Budaya Akademik, MASIKA-ICMI Berikan Beasiswa Tunas Cendekia

Kembangkan Riset dan Budaya Akademik, MASIKA-ICMI Berikan Beasiswa Tunas Cendekia

Persis Kecam Keras AS Akui Al-Quds Ibu Kota Israel

Persis Kecam Keras AS Akui Al-Quds Ibu Kota Israel

Tokoh Nasional Bahas “Mencegah Kebangkrutan Bangsa”

Tokoh Nasional Bahas “Mencegah Kebangkrutan Bangsa”

HTI: Tidak Benar, Syariah Islam Hambat Investasi di Aceh

HTI: Tidak Benar, Syariah Islam Hambat Investasi di Aceh

Ribuan Anak SD di Sumenep Madura Jadi Sasaran Dugaan Kristenisasi

Ribuan Anak SD di Sumenep Madura Jadi Sasaran Dugaan Kristenisasi

Baca Juga

Berita Lainnya