Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Wakil Ketua PBNU: Indonesia Harus Mainkan Peran Tekan Myanmar

Wakil Ketua Umum PBNU, Slamet Effendy Yusuf/tempo
Bagikan:

Hidayatullah.com—Indonesia adalah salah satu Negara yang cukup punya pesan penting dalam perhimpunan Association of Southeast Asia Nations/Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Karena itu, melalui organisasi geopolitik dan ekonomi yang berdiri pada 8 Agustus 1967 di kota Bangkok, Thailand ini, pemerintah harus bisa berperan menyangkut masalah-masalah penting di wilayah ini, khususnya yang terakhir menyangkut pembantaian suku Muslim Myanmar dari etnis Rohingnya. Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU, H. Slamet Effendy Yusuf.

“Indonesia itu bangsa besar yang mempunyai peran penting di wilayah Negara Asia. Seharusnya, pemerintah Indonesia bisa memberi saran atau mendesak kepada pemerintah setempat (Burma/Myanmar, red), “ ujarnya kepada hidayatullah.com, Kamis (14/06/2012) pagi.

Selain itu, Wakil Ketua Umum PBNU mendesak dunia internasional agar pemerintah Myanmar segera sigap terhadap kasus ini.

Seperti diketahui, ketegangan menyelimuti Myanmar barat laut, Senin, 11 Juni 2012, setelah kekerasan sektarian berkecamuk di kota terbesar pada akhir pekan. Reuters menyaksikan kelompok-kelompok yang berseteru dari muslim dan Buddha merusak puluhan rumah, sementarapolisi memberikan tembakan ke udara buat membubarkan kerumunan.

Diperkirakan 10 orang Muslim tewas atas musibah yang terjadi di kota negara bagian Rakhine, Maungdaw ini. *

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pengamat: Ahok Diproses Hukum Bikin Elektabilitasnya Makin Anjlok

Pengamat: Ahok Diproses Hukum Bikin Elektabilitasnya Makin Anjlok

Said Aqil Sebut Syiah Tidak Sesat

Said Aqil Sebut Syiah Tidak Sesat

Hanung Bramantyo Rilis Film Dukung Nikah Beda Agama

Hanung Bramantyo Rilis Film Dukung Nikah Beda Agama

Bahasa Arab Masuk Kurikulum Pendidikan di Gorontalo

Bahasa Arab Masuk Kurikulum Pendidikan di Gorontalo

Pakai Dinar, Tinggalkan Dolar!

Pakai Dinar, Tinggalkan Dolar!

Baca Juga

Berita Lainnya