Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Buku Misykat MIUMI Upaya Bendung Liberalisme

Bagikan:

Hidayatullah.com — Buku Misykat (Sebuah Refleksi tentang Islam, Westernisasi dan Liberalisasi) karya Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Hamid Fahmy Zarkasyi sebagai upaya membendung paham bertentangan ajaran Islam, seperti liberalisme.

“Kami beryukur pada Allah SWT karena terhindar dari konser Lady Gagal, sebuah ritual yang tidak sesuai akidah Islam,” kata Sekjen MIUMI Ustaz Bachtiar Nasir, pada peluncuran Buku Misykat karya Ketua MIUMI Hamid Fahmy Zarkasyi di Jakarta, Ahad, dikutip Antara.

Dalam keterangan tertulisnya, Senin, Bachtiar Nasir mengajak umat Islam untuk terus bersatu melawan kemungkaran dan menjadikan kasus batalnya konser Lady Gaga sebagai pelajaran berharga bahwa umat mampu mengusir penjajahan budaya dan bentuk-bentuk lainnya.

Sementara itu, Hamid Fahmy Zarkasyi yang karib dipanggil Gus Hamid, putra salah satu pendiri pesantren Gontor Jatim itu menyebutkan bahwa protes terhadap rencana konser tersebut bukan hanya dilakukan oleh FPI, tetapi juga hampir semua ormas Islam.

“Banyak yang mengira hanya FPI yang menolak Lady Gaga, padahal ada ormas Islam yang lain, seperti MIUMI pun menolak, begitu juga Kementerian agama,” katanya.

Menurut Gus Hamid, saat ini masyarakat khususnya umat Islam sedang dihadapkan pada sebuah realitas yang memprihatinkan, di mana umat seperti sedang digiring bersikap relatif atau sulit membedakan mana benar dan salah.

“Ada gelombang liberalisasi dan kesetaraan dalam segala hal. Kasus Lady Gaga, contohnya, merupakan satu yang membawa kevulgaran di Indonesia, negeri berpenduduk Islam besar di dunia,” katanya.

Gelombang liberalisme dan Islam sedang bertarung dalam ranah filsafat. Wacana filosofis yang dihadirkan para penganut liberal, kemudian turun menjadi praktik-praktik kehidupan. 

“Jika pemikiran ini terus ditekankan kepada umat, maka akan semakin merusak tatanan moral maupun agama di Indonesia,” kata Gus Hamid.

Menurut Gus Hamid, Buku Misykat itu merupakan sumbangan pemikirannya yang menegaskan bahwa identitas bangsa harus dipertahankan, tantangan dari luar harus dihadapi dan diselesaikan secara intelektual.

“Ini untuk mempertahankan kultur Indonesia dan menyelamatkan dari kekuatan asing yang ingin memarginalkan bukan hanya budaya, melainkan agama. Menghadapi tantangan pemikiran dari negeri luar, harus dihadapi dengan pemikiran dan kebudayaan juga. Kultur di dalam bangsa Indonesia yang di dalamnya agama agama harus dipertahankan,” demikian Hamid Fahmy Zarkasyi.

Rep: Ainuddin Chalik
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Tahun Terakhir, Tantangan Jokowi Perbaiki Sektor Pertanian Pangan

Tahun Terakhir, Tantangan Jokowi Perbaiki Sektor Pertanian Pangan

Komisi I DPR RI Tetapkan Sembilan Anggota KPI yang Baru

Komisi I DPR RI Tetapkan Sembilan Anggota KPI yang Baru

Ulama Makkah Serukan Umat Islam Pilih Pemimpin Muslim

Ulama Makkah Serukan Umat Islam Pilih Pemimpin Muslim

Di Tengah Sorotan, Jajaran Polri Seharusnya Hindari Tindakan Berpotensi Kontroversial

Di Tengah Sorotan, Jajaran Polri Seharusnya Hindari Tindakan Berpotensi Kontroversial

Menkumham Sebut TKI di Malaysia Capai 2,7 Juta Orang

Menkumham Sebut TKI di Malaysia Capai 2,7 Juta Orang

Baca Juga

Berita Lainnya