Sabtu, 27 Maret 2021 / 14 Sya'ban 1442 H

Nasional

Alasan Keamanan, Komisi III DPR Tolak Lady Gaga

Pertemuan Komisi III dengan ormas Islam
Bagikan:

Hidayatullah.com–Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) khususnya Komisi III sepakat menolak konser Lady Gaga.  Beberapa parpol yang menolak Lady Gaga antara lain PKS, PPP dan PAN. Komisi III bahkan berjanji akan menyurati Kapolri dan Kapolda Metro Jaya agar tetap dalam pendirian utama, menolak konser Lady Gaga dengan alasan keamanan. Seperti diketahui, Komisi III Bidang Hukum DPR merupakan mitra Polri.

Pernyataan penolakan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Nasir Jamil  saat menerima perwakilan sejumlah organisasi massa (Ormas) Islam di Gedung Nusantara II (Selasa, 22/5/2012).

Muhammad Al-Khaththath Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Umat Islam menyampaikan aspirasinya kepada DPR sekaligus menghimbau pemerintah agar bersikap tegas menolak Lady Gaga.

Menurut Al-Khaththath, konser  Lady Gaga bukan hanya bertentangan dengan agama Islam, tapi juga tidak sesuai dengan semua budaya dan kearifan lokal rakyat Indonesia.

“Karena itu, kami meminta pemerintah tegas melarang konser Lady Gaga, meminta MUI agar mengeluarkan fatwa haram konser Lady Gaga dan kepada Menteri Agama (Menag) sebagai pemimpin Satgas Undang-undang Pornoaksi dan Pornografi (UU PP) agar mengawal UU PP tersebut dengan melarang konser Lady Gaga”, ungkap Sekjen FUI kepada Komisi III DPR RI.

Munarman Mantan Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantua Hukum Indonesia (YLBHI) menyatakan, dalih pluralisme untuk melegalkan konser Lady Gaga tidak tepak karena tidak Gaga tidak mewakili pihak manapun di negeri ini.

“Lady Gaga harus ditolak karena tidak mewakili pihak manapun di NKRI ini”, ujar Munarman.

Sementara itu, politisi PKS asal Palembang Bukhori Yusuf mendukung usaha FUI dan FPI dalam rangka menolak konser Lady Gaga yang menurutnya melanggar Pasal 19 dan 21 UU PP.

“Kami tahu beliau-beliau ini memiliki jutaan pengikut. Tapi hari ini  mereka sudah menyampaikan aspirasi secara bermartabat. Karena itu kami berikan apresiasi yang sebesar-besarnya. Dan, karena PKS terdepan dalam soal akhlak dan moral, maka PKS mendukung sepenuhnya FUI, FPI dan seluruh ormas Islam yang menolak konser Lady Galau ini”, paparnya.

Menurut Nasir Jamil, penolakan konser Lady Gaga sebenarnya bukan sesuatu yang istimewa karena artis tersebut juga ditolak di Filipina dan Malaysia.
“Di Filipina misalnya, kaum Kristen konservatif menolaknya,” ucap politisi PKS itu. Masalahnya, kata dia, polisi jangan sampai bersikap diskriminatif menghadapi artis-artis lain.

“Harus konsisten. Kalau Lady Gaga tidak diberi izin konser dari segi keamanan dengan alasan penampilannya agak porno, maka artis-artis papan bawah di Indonesia sendiri yang tampilannya juga seronok, juga tidak boleh diber izin naik panggung,” tegas Nasir.

Ulah Ruhut

Sidang yang berjalan tertib, sontak menjadi ricuh karena Ruhut Sitompul menuduh ormas yang menolak Lady Gaga sebagai ormas yang anarkis.

“Saya seorang Kristiani. Karena itu saya menghormati keputusan pemerintah yang sah saat ini. Kita lihat saja nanti. Tapi, siapapun (maksudnya FPI dan FUI) yang tidak setuju denga Lady Gaga tidak boleh anarkis. Semua ormas yang anarkis akan dibubarkan’, tutupnya.*/MH

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Majalah Horison Berhenti Dicetak, Taufiq Ismail: Versi ‘Online’ Lebih Baik

Majalah Horison Berhenti Dicetak, Taufiq Ismail: Versi ‘Online’ Lebih Baik

UPQ Akan Cetak 35.000 Mushaf Al-Quran

UPQ Akan Cetak 35.000 Mushaf Al-Quran

Heboh Penghapusan Kolom Agama di KTP Resahkan Masyarakat

Heboh Penghapusan Kolom Agama di KTP Resahkan Masyarakat

Patung Dewa Perang China di Tuban, Dinilai Potensial Cederai Harmoni Bangsa 

Patung Dewa Perang China di Tuban, Dinilai Potensial Cederai Harmoni Bangsa 

Warga Gabungan se-Jatim Tuntut Pembongkaran Patung Dewa Perang China di Tuban

Warga Gabungan se-Jatim Tuntut Pembongkaran Patung Dewa Perang China di Tuban

Baca Juga

Berita Lainnya