Kamis, 9 Desember 2021 / 5 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Mahasiswa ISID Gontor Tolak RUU-KKG

Mahasiswa ISID/kh
Bagikan:

Hidayatullah.com–Sebanyak tiga ratus lebih mahasiswa ISID (Institut Studi Islam Darussalam) Gontor Jumat (11/05/2012) menyatakan penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Kesetaraan Gender (RUU-KKG). Pernyataan sikap itu dilakukan dengan mengumpulkan tanda tangan pernyataan dukungan terhadap MIUMI (Majelis Intektual dan Ulama Muda Indonesia) yang menolak RUU-KKG.

Pengumpulan tanda tangan dilakukan usai mereka mengikuti seminar “Penolakan RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender”, yang diadakan oleh Fakultas Ushuluddin ISID dan Pusat Studi Ilmu, Iman dan Amal (PSIIA) ISID di Gedung Rabithah P.M.Gontor Ponorogo.

Adnin Armas, MA, yang menjadi pembicara dalam seminar menjelaskan, secara mendasar definisi Gender dalam pasal 1 ayat 1 RUU bermasalah dan bertentangan dengan ajaran Islam. Gender di situ dimaknai sebagai hasil konstruksi budaya.

“Ini tidak benar, sebab peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan tidak berdasarkan budaya tapi berdasarkan wahyu yang berisifat tetap” tegas Adnin yang juga alumni Gontor tahun ’92.

Pengumpulan tanda tangan dilakukan usai mereka mengikuti seminar “Penolakan RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender”, yang diadakan oleh Fakultas Ushuluddin ISID dan Pusat Studi Ilmu, Iman dan Amal (PSIIA) ISID di Gedung Rabithah P.M.Gontor Ponorogo.

Adnin Armas, MA, yang menjadi pembicara dalam seminar menjelaskan, secara mendasar definisi Gender dalam pasal 1 ayat 1 RUU bermasalah dan bertentangan dengan ajaran Islam. Gender di situ dimaknai sebagai hasil konstruksi budaya.

“Ini tidak benar, sebab peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan tidak berdasarkan budaya tapi berdasarkan wahyu yang berisifat tetap” tegas Adnin yang juga alumni Gontor tahun ’92.

Beberapa pasal lain yang bermasalah di antaranya, pasal 1 ayat 2 dan 3, pasal 4, pasal 67 dan 70. Menurut Direktur Ekskutif INSISTS Jakarta ini, dampak dari RUU ini sangat besar. Yaitu merusak keluarga, wanita dan syariah Islam.

Menyadari hal itu, usai seminar, para mahasiswa seminar sepakat untuk mengumpulkan tanda tangan penolakan RUU dan akan dikirim ke Jakarta.

Sementara Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, MA, Pembantu Rektor III ISID Gontor sangat apresiatif terhadap seminar ini. Menurutnya, sudah semestinya ISID, khususnya Fakultas Ushuluddin, berada di garda depan menangkal pemikiran liberal secara akademik dan ilmiah.

“Penting diperhatikan, bahwa kita harus memiliki cara ilmiah bagaimana menampilkan Islam yang benar saat ini”, kata putra pendiri Pondok Gontor itu dalam sambutannya.

Seminar ini dihadiri oleh sejumlah cabang kampus ISID, kampus Al-Azhar, kampus Siman dan Kampus Mantingan. Bahkan lebih dari seratus mahasiswi dari kampus ISID Cabang Mantingan menghadiri acara seminar. Sekaligus menyatakan dukungan menolak RUU-KKG.*/Kholili

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

AILA: ‘RUU Ketahanan Keluarga’ Pertahankan Konsep Keluarga Beradab

AILA: ‘RUU Ketahanan Keluarga’ Pertahankan Konsep Keluarga Beradab

Anis Matta, Fahri Hamzah, dan Mahfudz Siddiq Siap Pimpin Partai Gelora

Anis Matta, Fahri Hamzah, dan Mahfudz Siddiq Siap Pimpin Partai Gelora

Wali Kota Surabaya Tutup 396 Minimarket Untuk Lindungi Toko Tradisional

Wali Kota Surabaya Tutup 396 Minimarket Untuk Lindungi Toko Tradisional

Kemenko Perekonomian Pemuda Muhammadiyah

Kemenko Perekonomian Jalin Kerja Sama Edukasi Keuangan dengan Pemuda Muhammadiyah

Konferensi Penerangan Islam Internasional Akan Digelar di Jakarta

Konferensi Penerangan Islam Internasional Akan Digelar di Jakarta

Baca Juga

Berita Lainnya