Sabtu, 27 Maret 2021 / 13 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pasca Bentrokan di Jebres, Aparat Masih Berjaga-Jaga

foto: kompas.com
Bagikan:

Hidayatullah.com—Pasca bentrok kelompok orang dengan anggota organsasi Laskar Islam di Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, aparat gabungan dari TNI dan Brimob masih berjaga-jaga di lokasi untuk membantu pengamanan.

Humas Polresta Solo, AKP Sis Raniwati mengatakan untuk menghindari bentrok susulan pihaknya menurunkan 2/3 kekuatan untuk mengamankan lokasi kejadian. 

Seperti diketahui, hari Kamis sore (03/05/2012), sejumlah warga mengeroyok 2 orang anggota sebuah organisasi Laskar Islam Solo di kampung Kadirejo RT 01/01 Gandekan, Jebres, Solo, Jawa Tengah. Akibat bentrok, satu orang anggota laskar mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit, yang lain menglagi luka ringan. Korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moewardi dan Rumah Sakit Islam (RSI) Kustati Pasar Kliwon Surakarta.
   
Pemicu pengeroyokan masih simpang siur.  Namun sumber yang diperoleh hidayatullah.com, kasus ini merupakan kasus dendam lama antara sekelompok preman yang terancam dengan keberadaan sejumlah laskar Islam di Surakarta yang sering melakukan razia Pekat (penyakit masyarakat), seperti perjudian dan sebagainya.

Sebagian kecil kelompok preman ini kemudian melibatkan masyarakat melawan anggota laskar.

“Saya baru pulang. Kayaknya ini kasus lama yang dipicu sekelompok preman yang masih dendam dengan aksi-aksi kelompok Islam, “ ujar Endro Sudarsono, seorang aktivis Islam Solo yang ikut menyempatkan menjenguk beberapa korban, Kamis (04/05/2012)  malam.

Menurut sumber yang dikumpulkan hidayatullah.com, pengeroyokan berawal saat dua orang anggota laskar bernama Agus Pamuji dan Sandinino pulang dari menghadiri takziyah. Mereka pulang melewati kampung Kadirejo , Gandekan, Jebres , Nusukan dan Mojosongo yang merupakan daerah kelompok pengeroyok dan “lawan” lama anggota laskar.

Tanpa diduga, mereka diserang tanpa dan menjadi sasaran amukan kelompok yang diklaim banyak media sebagai warga. Kejadian tersebut berlangsung tanpa diduga-duga.

Karena jumlahnya tidak imbang, dua orang ini menjadi sasaran amukan banyak orang yang menggunakan berbagai senjata. 

Menurut beberapa sumber, aksi balas dendam ini digerakkan, seorang preman yang dikenal dekat dengan pejabat lokal.

Peristiwa yang menimpa para korban mengundang solidaritas aktivis Islam dan warga Mojo Pasar Kliwon Surakarta. Mereka berkumpul di masjid Muhajirin untuk menyerbu tempat kejadian mencari pelaku pengroyokan.

Sementara itu, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Asjima’in menghimbau kepada kelompok yang bertikai agar tidak terpancing provokasi yang dilakukan pihak-pihak lain.

”Permasalahan yang muncul karena ada masalah pribadi yang selanjutnya membawa kelompok masing-masing,” tegas mantan Dirpam Obvit Polda Lampung itu dikutip Suaramerdeka.com. Buntut dari bentrokan ini, ada empat saksi yang dimintai keterangan.*/FAI

Foto: Kompas

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

KPAI Sesalkan Tindakan Densus di Depan Anak-anak

KPAI Sesalkan Tindakan Densus di Depan Anak-anak

Diduga ada Pemalsuan Dokumen untuk Pendirian Gereja, Warga Pondok Jagung Timur Protes

Diduga ada Pemalsuan Dokumen untuk Pendirian Gereja, Warga Pondok Jagung Timur Protes

Polisikan Seword.com, Pemuda Muhammadiyah: Bentuk Tanggung Jawab Moril

Polisikan Seword.com, Pemuda Muhammadiyah: Bentuk Tanggung Jawab Moril

Pemuda Persis: Pemerintah bisa Tiru Sikap Malaysia Soal Peringatan Asyuronya Syiah

Pemuda Persis: Pemerintah bisa Tiru Sikap Malaysia Soal Peringatan Asyuronya Syiah

Wakil Ketua MPR Dukung Pertemuan Wapres Ma’ruf Amin dan Habib Rizieq

Wakil Ketua MPR Dukung Pertemuan Wapres Ma’ruf Amin dan Habib Rizieq

Baca Juga

Berita Lainnya